Uniqlo Merilis ULD 2017

Suka banget sama jaket Ultra Light Down-nya UNIQLO? Tahun ini line outer asal Jepang yang dikenal sebagai brand ready to wear dengan potongan praktis dan ringan ini kembali merilis model baru dari ULD, nama populer untuk line ini. Masih menawarkan bermacam warna cerah. Seperti apa ULD terbaru?

Adalah jaket praktis dan ringan yang merupakan koleksi utama dari LifeWear, membuat para pemakainya tetap merasa hangat dan nyaman setiap saat sepanjang tahun. Praktis dan tetap terlihat gaya, aksen sentuhan modis dengan beragam pilihan bentuk leher juga membuat line ULD yang baru bisa dipakai bersama-sama dengan mantel atau jaket. Selain itu potongan yang lebih ramping serta teknik jahit baru yang ‘tidak terlihat’ menjadi keunggulan baru ULD. Tambahan warna netral yang lebih kalem seperti biru dongker semakin membuat ULD makin kece.

Menariknya, beragam koleksi wanita dalam ULD kali ini menampilkan juga desain kancing yang dapat mengubah kerah bulat menjadi kerah V-neck. Selain itu, UNIQLO juga menggunakan desain kerah yang lebih dalam untuk rompi pria-nya sebagai jawaban atas permintaan konsumen untuk rompi yang dapat dipakai bersamaan dengan mantel. Desain pada kancing memungkinkan untuk di ubah menjadi kerah V-neck. Seru kan?

Hal terbaru lainnya dari UNIQLO Seamless Down Parka adalah digunakannya proses khusus pada bagian atas jahitan, membuat jahitan lebih sedikit sekaligus menjadikanya lebih mampu menahan angin. Koleksi ini pun tersedia dalam beragam pilihan gaya mulai dari tampilan sporty hingga bergaya urban.

Secara keseluruhan, UNIQLO memperbaharui koleksi Ultra Light Down-nya tahun ini sebagai jawaban terhadap permintaan pelanggan setia namun tetap mempertahankan fungsi dasar seperti keawetan dan kemampuan untuk menahan air.  Pemikiran yang detail untuk koleksi baru ini tercermin pada desain yang  menurunkan tinggi kerah pada rompi wanita dan jaket untuk mencegah noda makeup dan memodifikasi bagian pinggang atas. Sebuah koleksi yang bernilai dan must have items. (Wal)

UNIQLO 1UNIQLO 2UNIQLO 3UNIQLO 4

Iklan

25 Desa di Indonesia Dijangkau Program Philips Lighting “Kampung Terang Hemat Energi”

Pada Agustus silam, Philips Lighting memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi lebih banyak desa terpencil di seluruh Indonesia melalui program “Kampung Terang Hemat Energi”.

Tercatat, penduduk di kurang lebih 25 desa di Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku pun segera menikmati manfaat pencahayaan untuk mendukung aktivitas mereka, terutama setelah matahari tenggelam pada program ini.

Sebagai pemimpin global di bidang pencahayaan, Philips Lighting yang sejak tahun 2015 sudah punya program memberikan penerangan di desa-desa Indonesia akan memperluas jangkauannya mulai tahun ini hingga menjadi 25 desa.

Program dengan nama “Kampung Terang Hemat Energi” ini akan menyediakan penerangan untuk rumah dan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Philips Lighting memperkirakan terciptanya 2.886 titik lampu baru, yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan.

“Kami sangat senang dapat menolong lebih banyak lagi masyarakat dengan menjembatani kesenjangan pencahayaan antara kota dan wilayah pedesaan melalui program ‘Kampung Terang Hemat Energi’,” ujar Rami Hajjar, Country Leader Philips Lighting Indonesia.

“Pencahayaan ini akan membantu meningkatkan kehidupan masyarakat, memampukan kegiatan sehari-hari seperti belajar atau pekerjaan rumah tangga lainnya untuk dapat dilakukan bahkan setelah matahari terbenam. Puskesmas dapat beroperasi dengan layak dalam keadaan darurat di malam hari dan mobilitas masyarakat serta barang tidak lagi terbatas hanya pada siang hari. Di Philips Lighting Indonesia, kami menerapkan komitmen global perusahaan ini untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik; termasuk di dalamnya, kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil di seluruh negeri.”

Untuk setiap desa terpilih, program “Kampung Terang Hemat Energi” juga memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif, yang terdiri atas: (1) Solar Indoor Lighting System lengkap dengan panel surya, (2) Philips LifeLight yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah, dan (3) Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini, program akan diawali dengan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.

Data pada tahun 2016 menunjukkan bahwa di Indonesia, sekitar 12.000[1] desa – yang mencakup lebih dari 30 juta jiwa – belum memiliki akses listrik. Desa-desa ini mengandalkan sumber pencahayaan yang menggunakan minyak tanah dan lilin sehingga penduduknya rentan terhadap bahaya kesehatan, keselamatan, dan lingkungan.

Sebagai pemimpin global di bidang pencahayaan, Philips telah merevolusi pencahayaan selama lebih dari 125 tahun dengan mengutamakan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasinya dan meningkatkan kehidupan masyarakat, baik mereka yang tinggal di kota maupun di daerah pedalaman. Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, fokus perusahaan adalah untuk menyediakan sistem pencahayaan, di dalam dan di luar ruang, dengan mengandalkan energi terbarukan alami seperti sinar matahari. Khususnya di negara tropis seperti Indonesia, tentunya memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber pencahayaan. Pencahayaan LED tenaga surya Philips memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan mudah untuk dipasang.

“Sistem pencahayaan kami menyimpan tenaga surya di siang hari. Pada malam hari, sistem ini secara efisien mengeluarkan tenaga listrik untuk menyalakan bohlam LED berdaya rendah, baik untuk penggunaan di dalam maupun luar rumah. Program ‘Kampung Terang Hemat Energi’ ini merupakan bukti komitmen kami dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekadar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung,” tambah Rami.

Bermitra sejak tahun 2015 dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kopernik yang bergerak di bidang teknologi untuk memberdayakan penduduk di desa terpencil, Philips Lighting telah menciptakan lebih dari 300 titik lampu baru bagi sekitar 11.800 masyarakat di Sulawesi Selatan. Di tahun yang sama, Philips Lighting secara global menyerukan ajakan untuk mengakhiri kemiskinan cahaya dalam rangka Tahun Cahaya Internasional PBB (UN’s International Year of Light – IYOL). (Wal)