Murder on the Orient Express; Fully Loaded

Merupakan salah satu novel terkenal dari Agatha Christie yang akhirnya difilmkan. Ada deretan bintang Hollywood ternama yang turut ambil bagian dalam film arahan Kenneth Branagh ini. Sineas asal Inggris ini juga ikut serta dalam film ini sebagai pemain utama, Hercule Poirot. Ada pun sang penulis skrip adalah Michael Green.

Karakter fiktif yang merupakan rekaan dari Christie yang juga kelahiran Inggris ini fokus pada detektif Poirot yang legendaris. Judulnya sendiri mengikuti judul dari novel aslinya yang laris manis hingga kini.

Branagh membungkus film ini dengan ketegangan yang indah, khas sama seprti kita membaca novelnya yang awet puluhan tahun menempel dalam alam pikiran. Mengambil setting dalam rangkaian kabin kereta mewah di masa awal abad ke-20 yang magis dengan kasus misterius yang mengikuti Poirot sepanjang perjalanan adalah sebuah visual indah yang pantang terlewatkan oleh moviegoers.

Kematian misterius seorang penumpang Orient Express, Edward Ratchett (Johnny Depp), yang dikenal juga sebagai mafia asal Amerika Serikat membuat setiap penumpang di atas kereta mewah itu menjadi tersangka. Itulah plot yang ditawarkan film ini.

Siapa saja para penumpang itu? Branagh membungkusnya dalam ensemble yang tidak kalah meriah! Ada Edward Henry Masterman (diperankan oleh Derek Jacobi), Hector Macqueen (dimainkan oleh Josh Gad) Ny Caroline Hubbard (dimainkan oleh Michelle Pfeiffer), Pilar Estravados (diperankan oleh Penelope Cruz), Mary Debenham (dimainkan oleh Daisy Ridley), Dokter Arbuthnot (dimainkan Leslie Odom Jr.), Gerhard Hardman (diperankan oleh Willem Dafoe), Putri Dragomiroff (dimainkan oleh Judi Dench) beserta pembantunya Hildegarde Schmidt (dimainkan oleh Olivia Colman), Biniamino Marquez (diperankan oleh Manuel Garcia-Rulfo) dan Count Rudolph Andrenyi (dimainkan oleh Sergei Polunin) hingga sang kondektur Pierre Michel (dimainkan oleh Marwan Kenzari).

Tidak heran bila lewat film dengan durasi hampir dua jam penuh ini mata penonton akan dimanjakan dengan keindahan visual yang cantik, mulai dari Istanbul pada awal abad ke-20 hingga mewahnya interior kereta Orient Express. Sebuah film yang membuat para penonton seolah traveling ke indahnya dunia pada hampir satu dekade silam! (Wal)

Iklan

Dari Arena Grand Final Levi’s Band Hunt 2017!

 

Levi’s® bekerjasama dengan Universal Music Indonesia tahun ini kembali menggelar Levi’s® Band Hunt, sebuah ajang pencarian bakat untuk band lokal terbaik yang ‘belum ditemukan’. Acara ini sendiri adalah wadah untuk mentoring sekaligus platform bagus untuk band-band muda berbakat tampil di dunia musik Indonesia.

Deretan juri di bidang musik terkemuka, hadir khusus untuk menilai ajang ini, di antaranya ada Jan Djuhana dari Universal Music Indonesia, kelompok musik MALIQ & D’Essentials, wartawan musik Ricky Siahaan, dan para perwakilan Levi’s®. Sebanyak ribuan band dari berbagai Indonesia ikut berpartisipasi dalam pendaftaran yang digelar secara online atau pun offline sejak beberapa waktu lalu.

Hasilnya pada 25 November lalu, sebanyak 8 finalis band dari berbagai daerah di Indonesia berlaga untuk unjuk gigi di Gandaria City-Jakarta. Kesempatan single record deal dari Universal Music Indonesia menjadi hadiah utama yang diperebutkan .

Country Manager Levi Strauss Indonesia Sameer Koul mengatakan: “Levis® adalah tentang ekspresi diri dan kami selalu percaya bahwa musik adalah bentuk paling nyata untuk mengekspresikan identitas seseorang lintas usia, gender, agama dan lainnya. Menjadi sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat memberikan wadah bagi masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan keorisinalitasan diri mereka dan  menyediakan mereka pijakan menuju dunia baru bersama Universal Music Indonesia.”

Dengan minimal tiga anggota, band dapat menggunggah lagu orisinil mereka dengan musik yang unik yang mengekspresikan gaya bermusiknya melalui melalui web Levi.co.id/band-hunt. Untuk mempermudah para pendaftar, Levi’s® juga menggelar pop-up auditions di lima kota besar, di sana peserta bisa merekam video audisi dan mengunggah secara langsung. Proses pemilihan delapan finalis melibatkan audiens voting supaya lebih transparan dan terbuka.

Pada akhirnya lebih dari 90,000 votes diterima dalam jangka waktu hanya tiga minggu. “Levi’s® Band Hunt menerima respon yang luar biasa dengan mendapatkan lebih dari 1,500 pendaftar yang menggunggah musik mereka dalam format audio maupun video dari seluruh penjuru Indonesia,” tambah Country Marketing Head Levi Strauss Indonesia Adhita Idris.

Bagi Wisnu Surjono, Managing Director Universal Music Indonesia: “Sebagai perusahaan musik global kami selalu percaya pada talenta para musisi negeri dan apa yang diperoleh Levi’s® Band Hunt melebihi ekspektasi kami.” Kedelapan finalis murni dipilih langsung oleh masyarakat, termasuk tiga yang hak wild card Dewan Juri, “Masyarakat Indonesia sudah cukup jeli dalam hal musik. Voting masyarakat yang semula untuk mendapatkan lima band finalis akhirnya menjadi delapan karena suara yang diberikan untuk tiga band finalis lainnya ternyata sama dengan pilihan Dewan Juri,” Wisnu menambahkan.

Kedelapan finalis juga mendapat sesi pembekalan pengetahuan mengenai musik oleh Angga dan Widi Puradiredja anggota dari MALIQ & D’Essentials, seputar tips mengenai cara-cara menguasai panggung, tampil dengan penonton yang lebih besar dan juga pemahaman berguna lainnya untuk kemajuan band mereka.

Angga Puradiredja dari  MALIQ & D’Essentials mengatakan: “Band kami selalu percaya bahwa orisinalitas dalam bermusik adalah cara untuk menunjukkan ekspresi diri dan kolaborasi kami dengan sebuah brand seperti Levi’s® adalah perayaan untuk mengekspresikan ide-ide kami.”

Siapa saja ke-8 finalis yang tampil di Grand Final Levi’s Band Hunt 2017? Ini adalah daftarnya:

  • Violet Fighters – @violetfighters (Palembang) – Genre: alternative rock
  • Own Band – @ownbandtrio (Jakarta) – Genre: rock
  • Q-OZ ZEROFIVE – @qozzerofive (Cianjur) – Genre: rock
  • NOY BAND – @noyband.official (Palembang) – Genre: pop
  • Visual Dream Band – @visualdreamband (Jakarta) – Genre: rock
  • Jeane – @jeane_band (Garut) – Genre: blues
  • Tutur Nada – @tuturnada (Solo) – Genre: pop
  • Batiga – @batiga_official (Yogyakarta) – Genre: pop

Selain itu, menariknya acara Grand Finale Levi’s® Band Hunt juga terkait dengan momen ikonik dari sejarah Levi’s® yaitu perayaan 50 tahun ditemukannya produk Levi’s® yang sangat legendaris, Jaket Trucker Levi’s®; yakni sebuah perayaan untuk musik, inovasi dan gaya.

Untuk memperingati momen ini, Levi’s® secara global bekerjasama dengan 50 ikon terdiri dari orang-orang berpengaruh di seluruh dunia untuk menyebarluaskankan cerita ini dan merayakan anniversary salah satu jenis pakaian yang ikonik dalam sejarah pakaian Amerika – Trucker Jacket 1967 70505 Type III, yang saat ini dikenal sebagai definisi sebuah jaket jins.

Di Indonesia, Levi’s® bekerjasama dengan MALIQ & D’Essentials yang sesungguhnya mewujudkan spirit ikon dengan ekspresi tak berbatas yang juga bergabung di perayaan Jaket Trucker lokal.

Menjelang larut malam, akhirnya band asal Yogyakarta yang mengusung genre pop dan rock, Batiga, keluar sebagai pemenang Levi’s Band Hunt 2017 dan berhak atas hadiah uang Rp 15 Juta juga record deal dengan Universal Music Indonesia. Sedangkan juara ke-2 adalah Tutur Nada yang berhak atas hadiah Rp 10 Juta dan Violet Fighters keluar sebagai Juara 3 dan berhak atas hadiah Rp 5 Juta! Selamat dan sampai ketemu di kompetisi Levi’s Band Hunt tahun depan! (Wal)

 

Knight Kris; Animasi Karya Anak Bangsa

Diproduksi oleh Viva Fantasia Animation dan SSS Production setelah hampir tiga tahun, Knight Kris adalah film animasi buatan anak bangsa yang melibatkan sejumlah nama besar di tanah air seperti Deddy Corbuzier yang bertindak sebagai Executive Producer, dan Sys NS yang terlibat sebagai Producer.  Selain itu, yang tak kalah  menarik ada putra Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep juga menjadi salah satu pengisi suara di film animasi ini.

Saat pemutaran perdana pada pertengahan November, Deddy mengatakan kalau “Indonesia memiliki talenta-talenta di berbagai bidang, tak terkecuali di industri film yang beberapa tahun belakangan terlihat sangat menggeliat dan telah bangkit dari kevakuman serta mulai menjadi tuan di negeri sendiri. Tapi sayangnya belum ada yang berani mengambil tantangan untuk menghadirkan karya animasi, sehingga kami pun ingin memulainya di Knight Kris ini”, tukas pesulap ini. 

Menariknya Deddy juga menjadi penyanyi untuk soundtrack film. ini “Saya menerima tantangan itu, dengan belajar bernyanyi secara baik dan benar agar enak untuk dinikmati. Semoga masyarakat bisa menerima alunan suara saya”,  tambah Deddy.

Digarap oleh duo Penulis dan Sutradara, Antonius dan William Fajito, keduanya sepakat kalau film ini  banyak mengangkat konten lokal dengan mengetengahkan budaya khas Indonesia seperti tokoh-tokoh pewayangan dan candi sebagai gambar latarnya agar generasi kids jaman now dapat belajar sejarah budaya lokal secara ringan melalui karya layar lebar. “Beberapa adegan kami buat di Computer Generated Imagery (CGI) agar hasilnya berkualitas dapat disejajarkan dengan film animasi buatan luar negeri, kalau bisa sekelas Hollywood”, tambah Antonius.

Selain Deddy yang mengisi suara tokoh Bayu Sekti, beberapa orang kreatif yang namanya sudah dikenal di media sosial juga terlibat, seperti Kaesang Pangarep (karakter Yuda), Chika Jessica (tokoh Bayu), Stella Cornelia (tokoh Rani), Bimasakti (tokoh Asura dan Mpu Tandra) dan Santosa Amin (tokoh Nahwara).

“Ini pengalaman seru pertama saya menjadi dubber dalam sebuah film animasi. Ternyata sulit sekali untuk mengisi suara”, terang Kaesang antusias. 

Secara sinopsis, film ini mengangkat tema action adventure. Bercerita tentang kisah sebuah keris yang tokoh utamanya adalah Bayu, seorang bocah laki-laki berumur delapan tahun dari Desa Hening yang menemukan sebuah keris sakti dalam candi misterius di tengah hutan terlarang.

Tak disangka, ternyata keris tersebut memberikan Bayu kekuatan untuk berubah wujud menjadi sesosok ksatria harimau berbaju zirah. Di saat bersamaan, dari tempat keris itu dicabut, sesosok raksasa bangkit dan memporak porandakan desa serta mengubah seluruh penduduk desa menjadi batu.

Bayu bersama sepupunya, Rani kemudian bertemu dengan seekor kera bernama Empu yang mengaku sebagai pengguna keris itu sebelumnya. Empu kemudian membeberkan kenyataan bahwa keris yang Bayu cabut bagiannya terpencar ketika dahulu digunakan untuk menyegel Asura, sang raksasa. Mereka bertiga akhirnya pergi untuk mencari peta yang dapat menunjukkan keberadaan pecahan tersebut, yaitu ke tempat dimana keris itu dibuat.

Sebuah film inspiratif yang pantang dilewatkan oleh moviegoers Indonesia dan pecinta film animasi. (Wal)

Dari Arena Nivea Men TopSkor Cup U-16

Pada 11 November 2017 lalu NIVEA MEN yang dikenal sebagai salah satu merek perawatan kulit pria terkemuka di dunia, bekerja sama dengan TopSkor menyelenggarakan kompetisi sepakbola bertitel NIVEA MEN TopSkor Cup U-16. Tahun ini kompetisi usia remaja yang digagas oleh TopSkor ini telah memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan. Menariknya, persaingan turnamen NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 tahun ini dipastikan berlangsung seru karena mayoritas pemain-pemain Tim Nasional U-16 yang diasuh pelatih Fakhri Husaini turun langsung di ajang ini. Sebut saja ada Rendy Juliansyah dan Ahmad Rusadi yang akan membela panji ASIOP Apacinti. Ada pula Andre Oktaviansyah (Pelita Jaya), Yudha Febrian (Cibinong Putra), Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, Sukrayatul Fajra, dan Ahluz Dzikri (ASAD Purwakarta).

Kompetisi NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 tahun 2017 sendiri diikuti oleh 22 tim, yang datang dari Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal nasional & internasional (SMU/SMk) dari wilayah Jabodetabek. Total ada sekitar 650 orang pemain dan tim ofisial yang terlibat di kompetisi ini. Pertandingan rencananya digelar dengan sistem setengah kompetisi, dimana ke-24 peserta akan dibagi ke dalam enam grup. Juara dan runner-up grup (12 tim) serta empat peringkat tiga terbaik akan lolos ke fase 16 besar hingga selanjutnya bersaing hingga babak final.

Holger Welters, Presiden Direktur PT Beiersdorf Indonesia, mengutarakan bahwa “NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit terkemuka di dunia dan juga sebagai sponsor resmi klub sepakbola internasional REAL MADRID, sangat bangga ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini karena kami mendukung penuh pertumbuhan sepak bola di Indonesia dalam hal ini mempersiapkan generasi muda untuk dapat mengeksplorasi potensi mereka semaksimal mungkin dalam olahraga sepak bola.”

Sedangkan Tomasz Schwarz, Marketing Direktur PT Beiersdorf Indonesia, menambahkan bahwa “NIVEA MEN menyadari sepakbola adalah aktivitas yang maskulin dan menyenangkan, namun wajah & badan kita pun harus menghadapi situasi yang berat. Sebut saja: minyak yang berlebih, tanah kotor, debu, keringat berlebih, lumpur, terik matahari, dan sebagainya, situasi yang pasti dialami juga oleh para pemain NIVEA MEN TopSkor Cup nantinya. Dengan demikian, kita semua sama-sama membutuhkan produk perawatan kulit, seperti sabun muka dan deodoran, yang memang benar-benar efektif untuk membersihkan secara menyeluruh dan juga melindungi dari bau badan.”

Di sisi lain, Yusuf Kurniawan, Direktur TopSkor Indonesia, menjelaskan bahwa “NIVEA MEN dan TopSkor memiliki visi yang sama untuk mengembangkan bakat anak-anak muda Indonesia. Selain dukungan penuh 1 bulan ke depan, kami juga menyediakan coaching clinic dan juga hadiah khusus kepada setiap pemain terbaik (Man of The Match) di setiap pertandingan. Kami berharap, melalui apresiasi ini, para peserta semakin bersemangat menunjukkan kemampuan mereka. Apalagi ajang ini akan dipantau oleh pelatih Tim Nasional U-16 dalam rangka mencari pemain potensial untuk dipersiapkan menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018.” (Wal)

This is JBL®Jr For Kiddos!

HARMAN International, perusahaan audio bagian dari Samsung Electronics Co., Ltd. memperkenalkan JBL®Jr, lini produk pertama JBL dirancang khusus untuk anak-anak yang menggabungkan kebutuhan hiburan musik dengan ekspektasi keamanan dan kualitas audio dari para orang tua.

JBL®Jr sendiri punya dua tipe headphones, dengan kabel dan wireless, berdesain ergonomis untuk anak-anak berusia 3 hingga 10 tahun. Headphone ini dikembangkan khusus untuk mendengarkan kualitas audio terbaik dengan tingkat volume aman bagi telinga anak-anak.

Vice President dan General Manager Lifestyle Audio Division Asia Pacific HARMAN International, Grace Koh menjelaskan JBL memahami bahwa perkembangan konten video dan audio tidak hanya terjadi pada individu dewasa, tetapi juga pada anak-anak.

“Kami menyadari perkembangan konten audio video yang begitu cepat terjadi di dunia ternyata tidak diimbangi dengan hadirnya headphone khusus anak-anak karena terhambat inovasi dan kualitas. Selain itu, para orang tua juga memiliki ekspektasi atas perangkat audio dengan kualitas dan keamanan terbaik bagi anak-anaknya. Dengan menggunakan keahlian khas JBL, kami berusaha menjawab kebutuhan ini melalui JBL®Jr, rangkaian produk yang secara spesifik memenuhi kebutuhan para orang tua, sekaligus memberikan kualitas audio luar biasa sehingga si kecil dapat menikmati hiburan audio lebih lengkap lagi,” ungkap Grace menjelaskan.

JBL®Jr memberikan hadiah terbaik bagi setiap anak, yaitu kualitas audio jernih. Menikmati musik, film, atau bermain video games, kini menjadi pengalaman hiburan yang menyenangkan dengan audio berkualitas tinggi khas JBL. Dilengkapi teknologi JBL Pure Bass Sound serta lower sound pressure levels, JBL®Jr akan membuat si kecil dapat menikmati audio dan hiburan dengan lebih aman dan nyaman.

Fitur JBL Safe Sound memastikan batas volume maksimal hingga 85dB, sehingga dapat menjaga tingkat audio tetap aman bagi telinga si kecil. Sebagai tambahan, bantalan telinga 3D axis rotation secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran telinga anak sehingga dapat menutup bagian telinga dengan sempurna. Dikombinasikan dengan cushion fleksibel berkualitas premium, serta teknologi Passive Noise Cancellation, si kecil tetap dapat menikmati audio dengan jernih di lingkungan ramai atau berisik, seperti di dalam pesawat atau pusat perbelanjaan.

JBL®Jr dirancang khusus untuk digunakan secara nyaman di kepala anak dengan soft-padded headband yang mudah disesuaikan dan bantalan telinga empuk. Selain itu, desain luar yang solid dirancang agar dapat menghadapi getaran atau gesekan berat. Headphone ini juga mudah dilipat dan portabel, sehingga cocok dibawa untuk bepergian kemanapun dan kapanpun.

Khusus untuk seri JBL®Jr 300BT, dapat dikoneksikan ke smart device melalui Bluetooth, memungkinkan anak-anak untuk tetap aktif sepanjang hari. Selain itu, headphone nirkabel ini memiliki sistem tombol kontrol yang mudah diatur dan digunakan. JBL®Jr 300BT menawarkan playing time hingga 12 jam, memberikan hiburan tanpa batas yang bertahan hingga sepanjang hari. Fitur quick charge yang dimilikinya akan memberikan satu jam playing time setelah sepuluh menit charging.

JBL®Jr 300BT memiliki tiga kombinasi warna, Punky Pink, Rocker Blue, dan Tropic Teal. Sedangkan JBL®Jr 300 tersedia dalam dua desain, Spider Red dan Ice Blue. Satu set sticker juga akan membuat si kecil dapat memberi sentuhan personal di headphone mereka.

Naura sebagai JBL®Jr Brand Ambassador

Seiring diluncurkannya JBL®Jr ini, JBL memperkenalkan Adyla Rafa Naura atau Naura sebagai JBL®Jr Brand Ambassador yang akan mewakili brand dan produk JBL®Jr. Kazuo Sawachi, Country Manager Harman Indonesia menjelaskan, “Kami melihat Naura sebagai sosok yang sangat tepat untuk JBL®Jr. Kecintaannya terhadap dunia musik, semangat dan keceriaannya, serta gayanya yang stylish sangat menggambarkan tujuan dari produk kami, yaitu membawa keindahan musik dan suara bagi anak-anak kapan saja dan di mana saja.”

Naura merupakan penyanyi cilik yang saat ini sangat diidolakan anak-anak dan para orang tua. Artis cilik berusia 12 tahun ini memiliki segudang prestasi, mulai dari merilis album musik dan buku, menggelar konser, hingga bermain di film layar lebar. Naura juga pernah memenangkan AMI Awards untuk kategori Penyanyi Cilik Terbaik di tahun 2015 dan 2016.

“Dulu, selalu pinjam headphone mama atau papa, tetapi kalau kelamaan suka pegal dan berdengung telinganya mungkin karena ukurannya kurang pas dan volumenya terlalu tinggi. Makanya senang sekali pas mencoba JBL®Jr, tidak perlu pasang volume tinggi tetapi audionya tetap jelas, apalagi warna-warnanya juga seru,” ungkap Naura sambil menutup sesi press conference di Gramedia Pondok Indah Mall pada 7 November lalu. (Wal)

 

 

JBL®Jr Diluncurkan

HARMAN International, perusahaan audio bagian dari Samsung Electronics Co., Ltd. memperkenalkan JBL®Jr, lini produk pertama JBL yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan menggabungkan kebutuhan hiburan musik dengan ekspektasi keamanan dan kualitas audio dari para orang tua.

JBL®Jr sendiri memiliki dua tipe headphones, dengan kabel atau wireless, berdesain ergonomis untuk anak-anak berusia 3 hingga 10 tahun. Headphone ini dikembangkan khusus untuk mendengarkan kualitas audio terbaik dengan tingkat volume aman bagi telinga anak-anak.

Vice President dan General Manager Lifestyle Audio Division Asia Pacific HARMAN International, Grace Koh menjelaskan bahwa JBL memahami perkembangan konten video dan audio tidak hanya terjadi pada individu dewasa, tetapi juga pada anak-anak.

“Kami menyadari perkembangan konten audio video yang begitu cepat terjadi di dunia ternyata tidak diimbangi dengan hadirnya headphone khusus anak-anak karena terhambat inovasi dan kualitas. Selain itu, para orang tua juga memiliki ekspektasi atas perangkat audio dengan kualitas dan keamanan terbaik bagi anak-anaknya. Dengan menggunakan keahlian khas JBL, kami berusaha menjawab kebutuhan ini melalui JBL®Jr, rangkaian produk yang secara spesifik memenuhi kebutuhan para orang tua, sekaligus memberikan kualitas audio luar biasa sehingga si kecil dapat menikmati hiburan audio lebih lengkap lagi,” ungkap Grace menjelaskan.

JBL®Jr adalah hadiah terbaik bagi setiap anak, yaitu kualitas audio jernih. Menikmati musik, film, atau bermain video games, kini menjadi sebuah pengalaman hiburan yang menyenangkan dengan audio berkualitas tinggi khas JBL. Dilengkapi teknologi JBL Pure Bass Sound serta lower sound pressure levels, JBL®Jr akan membuat si kecil dapat menikmati audio dan hiburan dengan lebih aman dan nyaman.

Selain itu, fitur JBL Safe Sound juga memastikan batas volume maksimal hingga 85dB, sehingga dapat menjaga tingkat audio tetap aman bagi telinga si kecil. Sebagai tambahan, bantalan telinga 3D axis rotation secara otomatis menyesuaikan dengan ukuran telinga anak sehingga dapat menutup bagian telinga dengan sempurna. Dikombinasikan dengan cushion fleksibel berkualitas premium, serta teknologi Passive Noise Cancellation, si kecil tetap dapat menikmati audio dengan jernih di lingkungan ramai atau berisik, seperti di dalam pesawat atau pusat perbelanjaan.

JBL®Jr dirancang khusus untuk digunakan secara nyaman di kepala anak dengan soft-padded headband yang mudah disesuaikan dan bantalan telinga empuk. Selain itu, desain luar yang solid dirancang agar dapat menghadapi getaran atau gesekan berat. Headphone ini juga mudah dilipat dan portabel, sehingga cocok dibawa untuk bepergian kemanapun dan kapanpun.

Menariknya, khusus untuk seri JBL®Jr 300BT, dapat dikoneksikan ke smart device melalui Bluetooth, memungkinkan anak-anak untuk tetap aktif sepanjang hari. Selain itu, headphone nirkabel ini memiliki sistem tombol kontrol yang mudah diatur dan digunakan. JBL®Jr 300BT menawarkan playing time hingga 12 jam, memberikan hiburan tanpa batas yang bertahan hingga sepanjang hari. Fitur quick charge yang dimilikinya akan memberikan satu jam playing time setelah sepuluh menit charging.

Memiliki tiga kombinasi warna, Punky Pink, Rocker Blue, dan Tropic Teal. Sedangkan JBL®Jr 300 tersedia dalam dua desain, Spider Red dan Ice Blue. Satu set sticker juga akan membuat si kecil dapat memberi sentuhan personal di headphone mereka.

Seiring diluncurkannya JBL®Jr ini, JBL juga memperkenalkan Adyla Rafa Naura atau Naura sebagai JBL®Jr Brand Ambassador yang akan mewakili brand dan produk JBL®Jr. Kazuo Sawachi, Country Manager Harman Indonesia menjelaskan, “Kami melihat Naura sebagai sosok yang sangat tepat untuk JBL®Jr. Kecintaannya terhadap dunia musik, semangat dan keceriaannya, serta gayanya yang stylish sangat menggambarkan tujuan dari produk kami, yaitu membawa keindahan musik dan suara bagi anak-anak kapan saja dan di mana saja”. (Wal)

 

 

 

My Generation; Now and Forever

Sutradara Upi Avianto dikenal sebagai salah satu sineas muda yang suka mengangkat tema remaja dalam setiap filmnya. Kita pernah menyaksikan sutradara ini dengan rangkaian filmnya yang begitu membekas seperti “My Stupid Boss”, “Radit dan Jani”, hingga “30 Hari Mencari Cinta”. Akhir tahun ini, lewat IFI Sinema, Upi menghadirkan ‘My Generation’.

Seperti halnya “Realita, Cinta, dan Rock N’ Roll” sekitar hampir 12 tahun lalu, kali ini Upi kembali mengangkat kehidupan anak millenials. Generasi remaja yang lahir setelah dekade milenium memang dirasa unik karena mereka adalah penerus masa depan yang sedang ‘menguasai’ dunia konsumsi.

Upi seperti biasa, mulai mengarahkan para penontonnya untuk melihat bagaimana remaja ‘berontak’ dengan hal-hal yang dogmatis, seperti kita bisa lihat dari kebanyakan filmnya. Kali ini empat karakter utama yang ditampilkan adalah Konji, Orly, Suki dan Zeke.

Mereka adalah gambaran anak jaman now, begitu sebutan masa kini untuk kalangan remaja yang harus bergelut dengan segala problematika kehidupan, termasuk pemikiran dari orang tua yang berbeda atau kaku. Upi yang juga penulis skenario dengan brilian menghadirkan percakapan yang intens di kalangan remaja sekarang tanpa pretensi. Konon ini adalah hasil riset selama 2 tahun lewat media sosial yang dilakukannya.

Dimainkan oleh 4 pemain baru lewat serangkaian casting, Upi sukses menghidupkan 4 karakter remaja rebel lewat Bryan Langelo (sebagai Zeke), Arya Vasco (sebagai Konji), Alexandra Kosasie (sebagai Orly) dan Lutesha (sebagai Suki). Selain itu, nama-nama seperti Ira Wibowo, Joko Anwar, Tyo Pakusadewo, Karina Suwandhi, Surya Saputra, Aida Nurmala, hingga Indah Kalalo kebagian peran sebagai orang tua yang kolot.

Secara keseluruhan ini adalah film yang fresh dan punya kekuatan. Kembalinya Upi setelah kesuksesan “My Stupid Boss” tentu ditunggu-tunggu banyak orang. (Wal)