Lebih Dari Sekadar Pelarian Akhir Pekan

Jauh sebelum dikenal seperti sekarang ini keindahan Pulau Belitung mungkin memang hanya dimiliki oleh warganya atau beberapa pelancong yang sempat menikmati keindahannya secara diam-diam. Tidak dapat dipungkiri, daya magis provinsi ke-31 Republik Indonesia ini memang hadir sejak Andrea Hirata, putra asli Belitung, mengisahkan masa kecilnya di pulau penghasil timah itu dalam sinema layar lebar yang termasuk salah satu film terlaris di Indonesia, Laskar Pelangi.

Belitung sendiri termasuk destinasi wisata yang favorit untuk warga Jakarta dan sekitarnya karena punya jarak tempuh yang tidak terlalu lama, hanya kurang dari 60 menit dengan pesawat terbang, dan pilihan banyak operator penerbangan seperti Sriwijaya Air atau Nam Air yang menawarkan perjalanan ke Belitung dengan harga relatif moderat tentu dan bisa dibeli di situs terpercaya seperti Blibli.com!

Tiba di Belitung, sederet tempat dengan pesona tersendiri sudah menanti untuk kamu eksplorasi. Terbagi dalam dua Kabupaten, di sisi Barat dan Timur, setiap inci Belitung memang seolah diciptakan untuk mengajak panca indera kita berpetualang.

Salah satu objek yang menarik untuk dikunjungi di Belitung dan menjadi must on the top list adalah Tanjung Tinggi. Ini adalah pantai dengan air berwarna biru jernih layaknya sebuah kolam renang raksasa yang diapit oleh dua semenanjung. Buih ombak yang berhembus pelan dengan kedalaman tidak lebih dari tiga meter dan hampir tanpa arus laut memang menjadi keunggulan tempat yang sekujurnya dikelilingi oleh ‘tembok-tembok’ dari sekumpulan granit raksasa.

Ukuran granit ini juga termasuk epik karena terdiri dari bermacam-macam ukuran, mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik menyerupai sebuah perbukitan. Indah dan magis. Tidak heran kalau sineas nasional Riri Riza menjadikan tempat yang berjarak 30 Km dari Ibukota Tanjung Pandan ini sebagai lokasi utama untuk syuting film Laskar Pelangi yang ‘meledak’ pada tahun 2008 silam.

Selain Tanjung Tinggi, pantai lain yang dapat masuk kategori must visit di Belitung adalah Tanjung Kelayang. Sebuah pantai nelayan yang menawarkan situasi tenang dengan sesekali melihat aktivitas nelayan yang hilir mudik dengan kapal kayu. Pantai lain yang juga termasuk menarik adalah Pantai Ketapang, di sini saat air surut kamu dapat menyeberang di antara bulir-bulir pasir putih menuju pulau tanpa penghuni di seberangnya.

Itinerary lain di Pulau Belitung tentu belum lengkap bila kamu tidak menjejak Pulau Lengkuas. Pulau yang dapat ditempuh dengan speed boat atau kapal kayu nelayan dengan durasi 30 menit ini memiliki pesona sejarah yang pantang terlewat karena ada mercusuar peninggalan Kolonial Belanda berusia 135 tahun yang masih berdiri dengan kokoh.

Terdiri dari 18 tingkat, untuk menaiki mercusuar ini setiap turis diharapkan untuk melepas alas kaki karena kadar garam yang mungkin menempel di alas kaki yang dipakai mungkin saja dapat mempercepat efek korosi pada dinding maupun lantai mercusuar yang hampir keseluruhannya masih asli dan terbuat dari besi tempa. Meskipun lelah, pencapaian ke puncak mercusuar ini memang menawarkan lebih dari sekadar pengalaman tapi juga pemandangan yang luar biasa.

Puas menjelajahi mercusuar, kamu

pun dapat berenang atau sekadar berjemur di sekitar pantai Pulau Lengkuas. Sama seperti pantai-pantai lain di Belitung, pantai di pulau ini pun memiliki deretan batu-batu granit putih yang khas. Biasanya perjalanan ke Pulau Lengkuas juga dibungkus dengan island hopping ke Pulau Burung. Pulau dari susunan granit yang bentuknya serupa kepala burung.

Untuk sebuah weekend escape, Belitung juga menawarkan sebuah wisata literasi yang pantang terlewat. Datang lah ke Museum Kata di Gantong yang digagas oleh Andrea Hirata. Di sini kita akan melihat bagaimana sejarah Belitung dalam perspektif baru dan naratif. Beberapa ruangan dalam museum ini merupakan potongan perjalanan seorang Ikal dan teman-temannya yang tergabung dalam ensemble Laskar Pelangi. Sebuah tempat yang inspiratif tentunya.

Di waktu tersisa selama kunjungan kamu di Belitung, jangan lewatkan mengunjungi Museum Tanjung Pandan yang dahulu bernama Museum Perusahaan Negara Tambang Timah. Di sini lah kita akan belajar sejarah Belitung di masa lampau, mulai dari peninggalan zaman kerajaan hingga beberapa warisan kolonial. Termasuk bagaiman Belitung dikenal karena tambang timahnya. Beberapa items yang mengejutkan dalam koleksi museum ini adalah porselin cina kuno dari kapal karam yang diangkat dari perairan sekitar Belitung.

Untuk kamu yang masih memiliki waktu panjang di Belitung, sempatkan diri juga untuk susuri bagian timur dari pulau ini dan berlabuhlah di Manggar. Ibukota Belitung Timur. Kota yang juga dikenal sebagai kota kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ini dikenal juga sebagai kota dengan seribu kedai kopi. Hampir di tiap sudut jalan berdiri kedai kopi tradisional yang dipenuhi para penikmat kopi yang nongkrong setiap pagi maupun senja. Menyesap kebahagian dalam secangkir kopi hitam yang khas.

How To Survive in Belitung

Akomodasi
Sejak booming pariwisata 10 tahun silam, Belitung tampak berbenah di segala lini, beberapa hotel maupun resort membuka diri lebar-lebar untuk para pelancong. Beberapa yang menjadi rekomendasi penginapan selama berada di pulau ini di antaranya ada Lor Inn (Tanjung Tinggi), BW Suite (Tanjung Pandan), Billiton Hotel & Club (Tanjung Pandan), Golden Orion (Tanjung Pandan) dan Arumdalu Private Resort (Tanjung Pandan).

Transportasi
Pulau Belitung menarik untuk dijelajahi dengan menyewa kendaraan pribadi. Tarif sewa kendaraan beragam, umumnya untuk mobil ditawarkan mulai dari Rp 400.000-Rp 500.000 per hari (tergantung jenis mobil dan termasuk supir atau tidak). Untuk solo atau duo traveler, moda sepeda motor menjadi pilihan tepat menjelajahi Belitung dan umumnya ditawarkan mulai dari Rp 80.000 per hari.

Untuk berkeliling pulau seperti Pulau Lengkuas dan Pulau Burung, datang lah  pagi-pagi sekali ke Tanjung Kelayang atau Tanjung Tinggi untuk menyewa kapal nelayan yang dibanderol seharga Rp 400.000 – Rp 500.000 per kapal dan biasanya dapat memuat hingga 6 orang. Semakin banyak orang yang ikut bergabung tentu lebih hemat.

Pulau Belitung bisa dijangkau dari berbagai kota di Indonesia dengan pilihan penerbangan yang menawarkan harga cukup terjangkau sebagai #SahabatPerjalananmu. Saya memilih Sriwijaya Air atau Nam Air karena jadwalnya terbilang fleksibel juga setiap hari. Untuk lebih praktisnya, kamu bisa membeli tiket pesawatnya di Blibli.com lho! Bahkan kalau kamu jadi top spender di Blibli.com untuk kategori Travel, Hotel, dan Tiket sampai 20 Desember 2017, ada hadiah tiket pesawat domestik Sriwijaya Air/Nam Air untukmu! Seru kan!

Kalau nggak sempat kejar jadi top spender di Blibli.com, kamu juga masih punya kesempatan untuk dapat tiket pesawat murah ke berbagai destinasi keren di Indonesia sekaligus kumpulin point dari BlibliRewards hingga dua kali lipat! Karena lagi ada promo Year End Sale hingga 31 Desember 2017.

Kuliner
Jangan lewatkan mencoba kepiting khas Belitung yang diramu bumbu khusus atau mencoba Gangan, sejenis gulai kepala ikan yang bumbunya cukup membuat terkaget-kaget. Untuk oleh-oleh, jangan lupa membeli kerupuk ikan dan udang dengan bentuk khas yang banyak dijual di pinggir jalan atau pun sentra oleh-oleh.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s