Tahun ke-9 Yang Meriah

Pada 9 februari silam, Emporium Pluit Mall semakin mengokohkan diri sebagai Mall dengan segmen menengah atas yang menjadi pilihan berbelanja dan berekreasi bagi keluarga di Jakarta Utara.

Di tahun ke-9 nya ini Emporium Pluit Mall merayakan hari jadinya bersamaan dengan Tahun Baru Imlek dengan mengusung tema EMPORIUM GOLDEN GLAM, dimana rangkaian acaranya berlangsung dari tanggal 9 Februari hingga 4 Maret 2018.

Ellen Hidayat, CEO Emporium Pluit Mall mengatakan, “Event Emporium Golden Glam ini memberi panggung pada ketidaksamaan; agama, budaya, latar belakang, suku, pandangan, pilihan, dan juga prinsip. Sebuah panggung untuk merayakan perbedaan. Betapa indahnya semangat Bhineka Tunggal Ika ketika kita bisa menerjemahkannya dalam kehidupan keseharian kita. Semangat itulah yang ingin terus digaungkan oleh Emporium Pluit Mall, sebagai salah satu bentuk kontribusi dan sumbangsih moral kami pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Fashion Show Musical

Tahun ini, untuk ketiga kalinya, Emporium Pluit Mall kembali mengadakan event Fashion Show Musical dengan menggandeng para Top Designer Indonesia. Yang berbeda, tahun ini ada 27 Designer Indonesia yang akan terlibat memamerkan karya rancangnya selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 9, 10 dan 11 Februari 2018. Mereka terdiri dari para designer Indonesia yang namanya telah berkibar di Indonesia, seperti Ivan Gunawan, Hengki Kawilarang, Ali Charisma, Danjo Hiyoji, Deden Siswanto, Lenny Agustin, Opibachtiar, Rudy Chandra,dan  Yosep Sinudarsono, Sofie, Yudhistira, dan Wilsen Willim.

Juga Para Designer muda yang saat ini sedang naik daun seperti, Ary Arka, Erdan, Temma Prasetio, Yoyo Prasetyo, Ayundavira Intan, Ririn Rinura, Fitri Handayani, Arie Atmadibrata, Brigida Lourdes, Berto Yosua, Ditya Metharani, Mayk Ruii, Sylvi Rismadania, Tasha Irawan, Louisa Imanuel, Gesti Deraputri, Moodswing.  Selain koleksi para designer, panggung utama Emporium Pluit Mall juga akan dimeriahkan dengan koleksi busana dari SOGO DEPARTMENT STORE dan :CHOCOOLATE, yang adalah tenant dari Emporium Pluit Mall. Terhitung ada 99 model Indonesia di bawah arahan koreografer Wawan Soeharto yang akan membawakan ratusan koleksi para designer tersebut. Sungguh meriah! (Wal)

Iklan

Maze Runner The Death Cure; Another Mission To WCKD

Installment ke-3 dari film sci-fi ini memang cukup ditunggu. Setelah sukses dengan film pembuka dan keduanya pada 2014 dan 2015, akhirnya di awal 2018 ini, penonton yang tergila-gila dengan aksi Thomas and the gank bisa memuaskan diri dalam durasi 2 jam 21 menit. Labirin penuh tantangan masih jadi setting utama. Dan WCKD masih menjadi musuh utama.

Masih dimainkan oleh Dylan O’Brien sebagai Thomas, kisah kali ini bergulir dengan misi dari Thomas yang ingin menyelamatkan Minho (Ki Hong Lee). Minho sendiri yang dianggap imun masih terkurung di markas WCKD dan menjadi kelinci percobaan dari obat alias serum bernama flare.

Langsung menggedor jantung penonton, The Death Cure memang seru sejak awal dan sang sineas Wes Ball juga mengemasnya dengan cepat. Karakter pemain utama yang kian dewasa dengan konflik yang kian tajam dan rumit semakin membuat film yang diangkat dari buku karya T.S.Nowlin layak masuk list tontonan di awal 2018. Penyuka action tentu pantang melewatkannya!

Overall, saga yang digadang sebagai film penutup alias tidak akan ada lagi seri The Maze Runner di masa depan ini memang pantas untuk dikejar sebelum benar-benar hilang dari layar peredaran yes! (Wal)

 

 

 

 

 

Java Jazz 2018: Celebrate Jazz in Diversity

Tahun ini pergelaran Java Jazz Festival akan memasuki tahun ke-14. Setelah dimulai pada 2005 dan mendapatkan animo yang cukup meriah selama lebih dari satu dekade, seperti apa kejutan yang akan dihadirkan oleh event jazz terbesar di Asia ini? Dari press conference yang berlangsung pada akhir Januari lalu, setidaknya tercatat ada 10 panggung utama di Java Jazz Festival tahun ini. Sebelumnya, pada 2017, jumlah panggung di ajang internasional ini adalah 14.

Mengusung tema Celebrate Jazz in Diversity di tahun ini. Ini adalah tentang jazz yang beragam. Dewi Gontha, Direktur Utama PT. Java Festival Production mengatakan bahwa jazz tumbuh dalam keberagaman. “Musik yang universal”, katanya pada Januari lalu di Kemang. “Kami ingin panggung lebih sedikit biar penonton fokus menonton, tidak pindah-pindah”, tambahnya.

Tahun ini, Java Jazz Festival akan digelar lagi pada 2 hingga 4 Maret. Lokasinya Jakarta International Expo Kemayoran. Sesuai dengan tema yang diusung, tahun ini para penampil juga datang dari lintas-genre, mulai dari Ron King Big Band dan Lee Ritenour yang telah menjadi langganan festival jazz ini hingga ada nama band generasi 90-an yang melambung dengan single hit “Iris” dari film box office, City of Angel. Tak lain Goo Goo Dolls. Menariknya, ini pertama kali band asal Buffalo, Amerika Serikat ini tampil untuk publik Indonesia.

Deretan musisi lokal yang akan tampil juga bukan main-main, mulai dari Glenn Fredly, Kunto Aji, Endah N Rhesa, hingga Maliq and D’Essentials. Sedikit sentuhan 90-an datang dari Fariz RM dan band pop asal Bandung, Java Jive.

Selain nama-nama penampil di atas, untuk generasi milenials, festival jazz yang diusung oleh Peter Gontha ini juga memasukkan nama Daniel Caesar. Raja R&B terbaru yang juga nominator Grammy Awards lewat dua single; “Praise Break” dan “Pilgrim’s Paradise” dari albumnya yang dipuji para kritisi “Freudian”.Di samping Daniel Caesar, sebagai magnet penonton milenials ada nama Lauv, musisi muda kelahiran 94 yang mengusung electro pop sebagai penampil di Java Jazz tahun ini.

Setelah melewati satu dekade pertama dan sukses membawa penonton Indonesia dalam sebuah festival musik berkelas, perlu ditunggu seperti apa Java Jazz Festival tahun ini akan berlangsung. (Wal)