John Wick: Chapter 3 – Parabellum, Penuh Tumpah Darah dan Full Action

on

Berdurasi dua jam 10 menit, film ini tentu merupakan kelanjutan dari dua sekuel sebelumnya tentang pembunuh bayaran bernama John Wick (dimainkan oleh Keanu Reeves) yang harus terus lari dari perburuan. Sebelumnya seri ke-2 film ini rilis pada 2017. Cerita mula petualangan John Wick sendiri dimulai saat anjingnya dibunuh oleh kartel mafia Hihh Table dan kemudian John membunuhi setiap anggota kartel. Tentu, kartel akan mengikuti jejak John Wick ke mana pun. Setiap yang melindungi diri John Wick juga pada akhirnya ikut menjadi korban.

Sekuel ke-3 dari cerita franchiseJohn Wick sendiri bermula di gang-gang kumuh New York, saat John harus mencari perlindungan dengan menghubungi teman-temannya sambil tergopoh-gopoh setelah terluka karena baku hantam dengan orang-orang High Table. Lokasi yang tepat untuk menghindari serangan orang-orang High Table tentu adalah wilayah netral bernama Hotel Continental yang punya desain gothik namun berkesan mewah dan futuristik.

Menariknya, di sekuel ke-3 ini kita juga akan menemukan sosok baru tapi lama yaitu The Director yang diperankan dengan bagus oleh Anjelica Houston. Di dua film sebelumnya, karakter The Director yang ternyata tinggal di sebuah gedung opera ini hanya ada dalam dialog. Pertemuan John Wick dengan The Director membawanya ke Casablanca dan bertemu dengan Sofia (Halle Berry). Siapa Sofia dan apa hubungannya dengan Wick? Mungkin itu perlu ditonton lebih lanjut di bioskop.

Yang pasti sutradara Chad Stahelski bersama dengan penulis skenario Derek Kolstad dalam film terbarunya ini juga menyisipkan banyak kejutan untuk penonton, terutama penonton Indonesia dengan mengajak dua aktor laga Indonesia  Yayan Ruhiyan (Shinobi 1) dan Cecep (Shinobi 2) untuk turut bermain sebagai karakter kunci. Sekilas, keduanya terlihat kembar.

Secara keseluruhan, John Wick 3 menawarkan kerumitan cerita yang memang perlu sedikit konsentrasi untuk penonton yang tidak mengikuti dua seri sebelumnya. Banyaknya adegan laga dalam film ini pastinya diimbangi juga dengan darah yang muncrat dan luka-luka menganga yang diperlihatkan tanpa sensor. Kehadiran Yayan dan Cecep pada akhirnya membuat adegan laga di John Wick menjadi berkelas. Sebuah tontonan yang pantang terlewatkan di bulan Mei ini untuk pecinta film laga. (Wal)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s