Forwapar Clinic 2009, Mengulas Pentingnya Fotografi Dalam Sebuah Helat

Pada Senin, 29 Juli 2019 lalu bertempat di Hotel Ashley Jakarta, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia dan Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) sukses menyelenggarakan workshop dan juga panel tentang dunia fotografi yang terkait dengan promosi Calendar of Event (CoE) 2019. Acara yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Rizki Handayani, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar.

Acara dengan titel lengkap “Forwapar Clinic: Capturing Moment Calendar of Event” ini sendiri adalah rangkaian strategi dari Kementerian Pariwisata RI untuk menggaet target setidaknya 20 juta wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia.

Beberapa narasumber yang hadir dalam gelaran ini antara lain ada Esthy Reko Astuti, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management Calendar of Event (CoE), Asthie Wendra, Show Director Prambanan Jazz dan juga beberapa helat musik lain yang berskala internasional, last but not least ada juga Ardiles Rante, pewarta foto dan kontributor berbagai media papan atas seperti AFP, Reuters dan JAP.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan ‘Forwapar Clinic: Capturing Moment Calendar of Event’ ini, harapannya agar kegiatan transfer knowledge antara pewarta foto dan juga penyelenggara event bisa berjalan selaras. Ini juga dapat berlanjut untuk kami di Kementerian Pariwisata RI. Semoga nantinya para  jurnalis Forwapar juga dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan yang lebih mendalam sehingga promosi tentang Calendar of Event Kementerian Pariwisata pun dapat menarik perhatian masyarakat luas baik dalam maupun luar negeri,” kata Esthy.
WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.14WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.19WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.21WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.24WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.27WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.28WhatsApp Image 2019-07-30 at 10.02.29
Selain itu ada juga Asthie Wendra. Sosok yang dikenal merupakan seorang show director dari berbagai pertunjukkan kelas dunia, seperti Prambanan Jazz dan juga event lain. “Saat mengurus panggung Prambanan Jazz, saya ingin menampilkan sebuah pertunjukan kelas dunia, lewat budaya tentunya, dan dengan begitu negeri ini juga jadi omongan karena tata panggungnya megah tapi tidak norak, maka dari itu kami tampilkan Candi Prambanan yang megah sebagai latar”, kata perempuan berambut pendek ini.

Sedangkan Ardiles Rante yang dikenal juga sebagai fotografer kawakan dan telah memotret banyak event wisata di Indonesia mengungkapkan bahwa Kemenpar harus menjembatani pihak-pihak terkait yang punya event COE di daerah dengan fotografer yang ingin mengabadikannya, demi mempromosikan wisata di daerah itu sendiri. Hubungan yang menguntungkan tentu akan berdampak panjang.

Sebagai penutup acara dalam helat yang berlangsung hingga jam makan siang ini ada penampilan Rio Jeconiah, musisi mantan pentolan band Boomerang yang juga berbagi pengalamannya manggung di Festival Crossboarder (salah satu event Kemenpar). “Seru banget waktu itu bisa ngisi di Atambua, masyarakatnya antusias dan kita pun jadi ingin jalan-jalan lebih jauh”, katanya sambil tertawa. (Wal/Foto: Komblik Kemenpar)

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s