Dog; Cinta Sejati Antara Anjing Penjaga dan Teman Barunya

Setelah membintang “Free Guy” yang rilis di tengah pandemi, Channing Tatum memberanikan diri untuk mengambil peran sebagai sutradara melalui debutnya di film berjudul “Dog”. Sesuai dengan judulnya, ini adalah kisah drama tentang anjing di satuan militer yang kemudian menemukan teman sejiwanya pasca pelatihnya meninggal secara tiba-tiba lewat sosok Jackson Briggs (dimainkan oleh Tatum).

Debut penyutradaraan pertama Tatum di layar lebar yang tidak terlalu mengecewakan.

Channing tidak sendirian membesut film ini yang mengambil konsep road movie. Ada nama Reid Carolin sebagai tandemnya. Sebelumnya Reid adalah produser yang dikenal dengan film-film yang juga dibintangi oleh Tatum seperti White House Down dan Logan Lucky. Ini pun menandai debut pertama Reid sebagai sutradara film panjang.

Sebagai trivia, pencetus awal kolaborasi Tatum dan Reid sudah pernah dilakukan sebelumnya lewat film dokudrama bertitel “War Dog: A Soldier’s Best Friend” yang dirilis pada 2017 di saluran televisi HBO. Kerjasama keduanya pada akhirnya melahirkan “Dog” yang skenarionya terbilang mengharukan.

Sebagai sosok Briggs, peran Tatum di sini adalah sebagai mantan anggota rangers yang mengalami trauma otak dan diberikan tugas mudah tapi mengerikan, yaitu mengawal anjing veteran milik rekannya yang juga pawang anjing ini karena meninggal tiba-tiba sambil melintasi negeri bagian Washington (Fort Lewis) menuju Arizona. Perjalanan yang diperkirakan menghabiskan waktu lebih dari 3 hari.

Anjing pensiunan militer berjenis Belgian Malinois itu diberi nama LuLu dan juga mengalami trauma berat pasca ditinggal pawangnya. Tidak ada seorang pun yang bisa mendekatinya apalagi sekadar menjinakkan.

Plot yang hampir sama dengan anjing Hachiko yang legendaris di Jepang pada akhirnya menjadi premis film ini yaitu perpaduan antara persahabatan dan rasa tanggung jawab merawat hewan peliharaan.

Dibalut selama satu jam empat puluh menit, film ini cukup menghibur sebagai tontonan di akhir pekan untuk siapa pun. Tatum yang terbiasa tampil konyol, kali ini bisa cukup serius mengimbangi karakternya yang traumatis. Last but not least, sajian pemandangan sekaligus kehidupan di sepanjang pantai barat Amerika yang penuh warna menjadi bonus tersendiri untuk film ini. (Teks: FreddyWally/Foto: Koleksi MGM).

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s