The Lost City; Gairah Berpetualang Novelis Eksentrik dan Pemuda Yang Menjadi Sampul Novelnya

Dibalut dengan durasi selama 1 jam 52 menit, membuat “The Lost City” menjadi film yang menandai comeback-nya Sandra Bullock ke dunia film setelah sebelumnya membintangi dua film menarik bertitel “Bird Box” dan “The Unforgivable” yang sayangnya hanya masuk ke dalam layanan streaming karena pandemi keburu datang.

Brad Pitt, Sandra Bullock dan Channing Tatum dalam produksi’ “THE LOST CITY” yang penuh aksi dan romansa.

Bercerita tentang Loretta Sage (Sandra Bullock), seorang penulis novel bergenre romansa yang mulai mengalami writers block atau jenuh dan kesulitan menulis padahal itu adalah mata pencaharian dia, membuat Loretta pun seperti terburu-buru menyelesaikan akhir dari cerita novel terbarunya.

Munculnya sosok Alan Caprison yang digadang sebagai karakter hidup dalam novel terbarunya sekaligus juga, model sampul novelnya, Loretta harus berdamai dengan Alan yang sering bertingkah seperti Dash McMahon, karakter yang dia tulis di novel itu. Kehadiran Alan yang ditolak mentah-mentah oleh Loretta membuat mereka dipertemukan pada satu peristiwa penting usai peluncuran buku novel terbaru.

Secara tiba-tiba Loretta diculik oleh Abigail Fairfax pasca peluncuran buku novel terbarunya. Fairfax sendiri adalah seorang miliuner media yang terobsesi dengan kisah petualangan yang ditulis oleh Loretta sendiri. Fairfax berniat mencuri mahkota emas seorang ratu di masa lalu dengan memanfaatkan narasi dari novel karya Loretta.

Dimainkan oleh bintang Harry Potter, Daniel Radcliffe sebagai sosok antagonis Fairfax, film ini juga menampilkan aktor kawakan Brad Pitt untuk peran cameo yang terbilang mencuri perhatian. Keinginan Fairfax untuk mencuri harta berharga dari kerajaan kuno di sebuah pulau di Atlantik berdasarkan narasi dari novel Loretta akhirnya menjadi petualangan yang coba dibungkus oleh duo sineas Aaron dan Adam Nee.

Ada pun peran Channing Tatum di sini adalah sebagai model bernama Alan yang awalnya sangat dibenci Loretta karena kampungan, seperti mudah ditebak jalinan ceritanya, kisah cinta pun bersemi di keduanya dan menjadi bumbu komedi di film ini.

Secara keseluruhan ini adalah sebuah tontonan yang menarik dari Paramount Pictures menjelang pertengahan tahun ini dan membawa para penonton masuk kembali ke dalam hutan dan melihat tingkah kocak Tatum dan Bullock menyelesaikan tekanan konflik dengan visual yang juga memanjakan mata. (Teks: FreddyWally/Foto: Paramount Pictures)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s