Orphan: First Kill; Kisah Mula Esther Si Pembunuh

Ini merupakan film prekuel dari Orphan (2009) yang tergolong seru untuk diikuti. Dikemas dalam alur penuh ketegangan selama 1 jam 39 menit, film ini menampilkan Leena Klammer seorang perempuan berusia 31 tahun yang merupakan pasien sakit jiwa berbahaya di pedalaman Estonia, tepatnya di Institut Saarne. Sosoknya yang mungil seperti anak perempuan karena mengidap dwarfisme ini membuat Leena adalah sosok yang mengerikan bila dibiarkan bebas berkeliaran. Demi melancarkan misinya untuk kabur, Leena pun tidak segan-segan untuk membunuh dan itu diperlihatkan hampir di semua scene film ini.

Sosok Leena sendiri adalah seorang perempuan berusia 31 tahun dengan gangguan hormonal langka yang membuatnya tampak seperti anak berusia 9 tahun. Pada satu waktu, Institut Saarne menerima seorang terapis seni baru bernama Anna. Merasa melihat jalan untuk kabur, Leena pun “mendekati” Anna. Dari sini kisah pun berlanjut dengan penyamaran Leena sebagai sosok anak hilang dari Amerika Serikat yang bernama Esther.

Tidak perlu menunggu lama, Leena pun sukses mengubah penampilan dan tetiba mengaku sebagai Esther kepada polisi yang ditemuinya. Dan tidak perlu menunggu lebih lama juga, Esther bertemu dengan Tricia Albright (Julia Stiles), “ibu kandungnya” di Amerika Serikat yang datang langsung menjemput buah hatinya yang sudah hilang 4 tahun.

Di Amerika Serikat, Esther pun berkenalan dengan “Kakaknya” Gunnar (Matthew Finland) dan sang ayah “Allen Albright” diperankan oleh Rossif Sutherland. Tidak perlu menunggu lama juga akhirnya Tricia menyadari banyak hal dari Esther yang di luar dugaannya. Mulai dari aksen Eropa yang sangat kental hingga gelagatnya untuk “merebut” perhatian sang ayah alias Allen.

Apakah kepalsuan Esther akan terbongkar? Sutradara William Bell Brent bersama dengan penulis skenario David Coggeshall akan meramunya khusus untuk penonton yang memang sudah lama merindukan kelanjutan dari film ini, meskipun boleh dibilang ini adalah sebuah prekuel. Siapkan diri untuk melihat kekejian Esther yang penuh twist kali ini. (Teks: Freddy Wally/Foto: Dark Castle Entertainment)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s