Maze Runner The Death Cure; Another Mission To WCKD

Installment ke-3 dari film sci-fi ini memang cukup ditunggu. Setelah sukses dengan film pembuka dan keduanya pada 2014 dan 2015, akhirnya di awal 2018 ini, penonton yang tergila-gila dengan aksi Thomas and the gank bisa memuaskan diri dalam durasi 2 jam 21 menit. Labirin penuh tantangan masih jadi setting utama. Dan WCKD masih menjadi musuh utama.

Masih dimainkan oleh Dylan O’Brien sebagai Thomas, kisah kali ini bergulir dengan misi dari Thomas yang ingin menyelamatkan Minho (Ki Hong Lee). Minho sendiri yang dianggap imun masih terkurung di markas WCKD dan menjadi kelinci percobaan dari obat alias serum bernama flare.

Langsung menggedor jantung penonton, The Death Cure memang seru sejak awal dan sang sineas Wes Ball juga mengemasnya dengan cepat. Karakter pemain utama yang kian dewasa dengan konflik yang kian tajam dan rumit semakin membuat film yang diangkat dari buku karya T.S.Nowlin layak masuk list tontonan di awal 2018. Penyuka action tentu pantang melewatkannya!

Overall, saga yang digadang sebagai film penutup alias tidak akan ada lagi seri The Maze Runner di masa depan ini memang pantas untuk dikejar sebelum benar-benar hilang dari layar peredaran yes! (Wal)

 

 

 

 

 

Iklan

Java Jazz 2018: Celebrate Jazz in Diversity

Tahun ini pergelaran Java Jazz Festival akan memasuki tahun ke-14. Setelah dimulai pada 2005 dan mendapatkan animo yang cukup meriah selama lebih dari satu dekade, seperti apa kejutan yang akan dihadirkan oleh event jazz terbesar di Asia ini? Dari press conference yang berlangsung pada akhir Januari lalu, setidaknya tercatat ada 10 panggung utama di Java Jazz Festival tahun ini. Sebelumnya, pada 2017, jumlah panggung di ajang internasional ini adalah 14.

Mengusung tema Celebrate Jazz in Diversity di tahun ini. Ini adalah tentang jazz yang beragam. Dewi Gontha, Direktur Utama PT. Java Festival Production mengatakan bahwa jazz tumbuh dalam keberagaman. “Musik yang universal”, katanya pada Januari lalu di Kemang. “Kami ingin panggung lebih sedikit biar penonton fokus menonton, tidak pindah-pindah”, tambahnya.

Tahun ini, Java Jazz Festival akan digelar lagi pada 2 hingga 4 Maret. Lokasinya Jakarta International Expo Kemayoran. Sesuai dengan tema yang diusung, tahun ini para penampil juga datang dari lintas-genre, mulai dari Ron King Big Band dan Lee Ritenour yang telah menjadi langganan festival jazz ini hingga ada nama band generasi 90-an yang melambung dengan single hit “Iris” dari film box office, City of Angel. Tak lain Goo Goo Dolls. Menariknya, ini pertama kali band asal Buffalo, Amerika Serikat ini tampil untuk publik Indonesia.

Deretan musisi lokal yang akan tampil juga bukan main-main, mulai dari Glenn Fredly, Kunto Aji, Endah N Rhesa, hingga Maliq and D’Essentials. Sedikit sentuhan 90-an datang dari Fariz RM dan band pop asal Bandung, Java Jive.

Selain nama-nama penampil di atas, untuk generasi milenials, festival jazz yang diusung oleh Peter Gontha ini juga memasukkan nama Daniel Caesar. Raja R&B terbaru yang juga nominator Grammy Awards lewat dua single; “Praise Break” dan “Pilgrim’s Paradise” dari albumnya yang dipuji para kritisi “Freudian”.Di samping Daniel Caesar, sebagai magnet penonton milenials ada nama Lauv, musisi muda kelahiran 94 yang mengusung electro pop sebagai penampil di Java Jazz tahun ini.

Setelah melewati satu dekade pertama dan sukses membawa penonton Indonesia dalam sebuah festival musik berkelas, perlu ditunggu seperti apa Java Jazz Festival tahun ini akan berlangsung. (Wal)

 

 

 

 

 

 

12 Strong; Misi Pertama Setelah 11/9

Cukup banyak film yang mengupas tentang perjalanan misi tentara Amerika Serikat dalam perang melawan Al-Qaeda setelah peristiwa 11 September yang terbilang mengubah wajah dunia hingga kini. Dari sekian banyak scene yang akhirnya dikupas untuk konsumsi publik, kita akan menyaksikan film ini sebagai salah satu yang cukup menohok.

Diilhami dari kisah nyata tentang 12 pahlawan pertama yang ditugaskan di Afghanistan sebulan setelah peristiwa tragis World Trade Center New York, film ini diarahkan oleh Nicolai Fuglsig. Meskipun lokasi aslinya ada di perbukitan tandus di utara Afghanistan, tapi film ini mengambil setting di New Mexico.

Selain Fuglsig yang menjadi sutradara, ada dua nama yang ditugaskan menjadi penulis scenario untuk ini Ted Tally dan Peter Craig. Sebagai produser film, ada nama besar Jerry Bruckheimer, Thad Luckinbill, Trent Luckinbill, dan Molly Smith, mereka sebelumnya sukses membawa penonton dalam “Black Hawk Down” yang pernah fenomenal sebagai film perang pada awal 2000-an.

Sebagai peran utama, ada nama Chris Hemsworth yang didapuk sebagai Kapten Mitch Nelson, Navid Negahban sebagai Jenderal Abdul Rashid Dostum, Fahim Fazli sebagai Commander Khaled, Austin Stowell sebagai Sersan Fred Falls, Ben O’Toole sebagai Scott Black, William Fichtner sebagai kolonel Mulholland, Rob Riggle sebagai kolonel Max Bowers, Austin Hébert sebagai SFC Pat Essex, Peter Malek sebagai Habib, Alison King sebagai Marcha Spencer, juga terakhir ada Lauren Myers sebagai Lisa Diller.

Film ini berjalan cukup panjang dengan durasi 2 jam 12 menit, dengan plot utamanya tentang 12 orang yang ditugaskan pertama kali ke Afghanistan setelah peristiwa 11 September. Perjuangan mereka menaklukkan gurun berbatu Timur Tengah bagian utara dengan pasukan berkuda yang menjadi aliansi para prajurit ini berlangsung tegang dan seru. Sebuah film yang pantas ditonton untuk yang mulai kangen dengan film perang berkualitas. (Wal)

 

 

 

 

 

The Commuter; Sebuah Perjalanan Berbeda

Awal tahun 2018, sutradara Jauma Colet-Serra kembali berkolaborasi dengan Liam Neeson dalam sebuah film aksi yang menegangkan dan diberi judul “The Commuter”. Ditulis naskahnya oleh Byron Willinger dan Philip de Blasi, film ini memiliki intensitas yang cukup tinggi sejak awal dimulai.

Dibintangi oleh deretan aktor juga aktris ternama Hollywood seperti Vera Farmiga, Patrick Wilson, Sam Neill, hingga Elizabeth Mc Govern film ini digarap oleh rumah produksi Ombra Film, Studio Canal. dan juga The Picture Company.

Adalah tentang Michael (Liam Neeson) seorang salesman asuransi yang sedang melaksanakan perjalanan rutinnya dengan kereta api untuk menuju rumahnya di kawasan pinggiran kota dan harus berpapasan dengan seorang wanita misterius (Vera Farmiga) yang datang menantangnya untuk mengungkap siapa penumpang gelap di kereta api itu sebelum perhentian terakhir.

Sampai akhirnya Michael tersadar bahwa dia hanyalah bagian dari sebuah rencana mematikan dari sebuah konspirasi kriminal yang bisa membahayakan nyawa dirinya dan juga sesama penumpang dalam kereta api tersebut.

Lewat plot yang twist kita akan merasakan ketegangan film ini sejak awal hingga akhir. Sebuah film yang bisa jadi kontender kuat untuk moviegoers bersemangat menghadapi tantang 2018. (Wal)

The Greatest Showman; Tentang Dunia Yang Terus Berakrobat

 

Hugh Jackman adalah aktor kawakan yang sukses dengan perannya sebagai Logan di reboot X-Men. Kini aktor asal Australian ini kembali hadir dalam film musikal yang mengangkat kisah nyata tentang pendiri sirkus pertama di dunia, Phineas Taylor Barnum.

Sebelumnya Jackman pernah bermain dalam Les Miserables yang juga musikal. Kini kita akan kembali mendengar lantunan suaranya yang merdu dalam musikal penuh koreografi akrobat ini sebagai sosok Barnum yang penuh intrik dan ikonik..

The Greatest Showman sendiri mengangkat periode Barnum sejak tahun 1840-an sebagai awal mula, di masa kecilnya yang pahit, saat sang ayah yang meninggal sebagai seorang penjahit miskin membuat Barnum pun bertekad untuk sukses dengan jalan apa pun. Termasuk seorang penghibur.

Cintanya pada Charity Hallett (Michelle Williams) yang berasal dari kalangan atas menjadi intrik lain dari film dengan durasi hampir dua jam ini. Dengan mengumpulkan orang-orang aneh sebagai ide awal pertunjukannya, Barnum pun sukses membuat masyarakat New York yang masa itu kolot untuk menerima show-nya. Walau beberapa di antaranya tetap menghina dia.

Michael Gracey sang sutradara membuat kisah Barnum dan sirkusnya mengalir cepat, minim dialog tapi nuansa musikal kental terasa. Penonton pun serasa dibuai oleh jalannya sebuah pertunjukan musikal asli. Tampilnya Zac Efron sebagai Phillip Carlyle kian menambah seru.

Secara keseluruhan ini adalah sebuah biopik yang menarik sebagai tontonan pengisi akhir tahun. Megahnya membuat kita pun semangat menapaki tahun baru 2018 yang penuh harapan. (Wal)

Seni Mengolah Tempe

Tempe sudah dikenal luas oleh masyarakat di Jawa sejak awal abad ke-19. Serat Centhini, yang ditulis oleh juru tulis keraton Surakarta, R Ng Ronggo Sutrasno pada 1814 menjadi buktinya.

Penyebutan tempe yang tak lain adalah hidangan bernama jae santen tempe (tempe yang dimasak dengan santan) atau dicampur serundeng termaktub dalam bab tiga dan bab 12 dari manuskrip kuno Centhini.

Menurut data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2016, disebutkan bahwa orang Indonesia mengonsumsi 0,141 kilogram tempe per kapita per minggu. Tempe bersama dengan jenis makanan lain, menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) masuk dalam kategori bahan makanan penting bagi masyarakat Indonesia.

Beberapa literatur kuno lain juga mengungkapkan bahwa tempe sebenarnya sudah berkembang pesat sebelum abad ke-16 di pedesaan Jawa yang memang banyak memproduksi kedelai.

Ada beragam kisah dibalik tempe yang beredar bebas dari mulut ke mulut atau pun bisa ditemukan di berbagai literasi kuno maupun modern, termasuk aneka mitos yang beredar seputar pembuatan tempe yang konon termasuk kategori “jorok” karena diinjak-injak oleh kaki-kaki telanjang. Benarkah?

Anissa Hanan dari Microo, salah satu penggiat tempe organik di Yogyakarta menjelaskan bahwa sebenarnya proses pembuatan tempe itu tidak sejorok yang dibayangkan banyak orang selama ini.

“Proses peluruhan kulit kedelai dalam jumlah banyak memang akhirnya membutuhkan kaki-kaki kita untuk mempercepat kulit kedelai lebih cepat lepas dari bijinya. Kalau memakai tangan mungkin akan lebih lelah karena jumlahnya ribuan biji, kecuali Anda membuatnya dalam skala kecil, misalnya setengah kilo kedelai,” kata Nissa yang mendampingi saya membuat tempe sendiri beberapa waktu lalu saat workshop dalam Made-In Experience Trip yang diselenggarakan oleh Pelangi Benua.

Nissa menambahkan, “Sebenarnya siapa pun bisa membuat tempe sendiri di rumah dengan langkah-langkah yang mudah diikuti.”

Bermacam jenis kacang kedelai yang saat ini beredar di pasaran dan dapat dijadikan bahan baku utama pembuatan tempe.Bermacam jenis kacang kedelai yang saat ini beredar di pasaran dan dapat dijadikan bahan baku utama pembuatan tempe.

Membuat tempe itu memang harus mengikuti mood dari pembuatnya, kalau misalnya kita sedang datang bulan, saya sarankan sih jangan membuat tempe, nanti akan berpengaruh pada hasil akhirnya. Karena tubuh yang kelewat “panas” malah membuat tempe tidak jadi,” tukas perempuan 21 tahun yang sudah tertarik dengan dunia makanan organik sejak kecil ini.

Sebagai makanan yang mengandalkan fermentasi biji kedelai, langkah membuat tempe memang mengandalkan proses peragian sebagai hal utama. “Setidaknya kita memerlukan waktu dua hingga tiga hari untuk melihat, apakah kacang kedelai yang ingin kita jadikan tempe sudah mengalami proses fermentasi yang benar,” ujar Nissa.

Perlu diketahui juga bahwa ragi yang digunakan untuk fermentasi tempe berbeda dengan ragi yang digunakan untuk mengembangkan roti maupun kue. “Biji kedelai yang berkualitas akan berpadu sempurna bila difermentasi dengan jenis kapang dari Rhizopus, sp. Di pasaran banyak kita temui “jamur” yang baik untuk membuat tempe,” tambah Nissa.

“Kapang atau jamur yang tumbuh pada kedelai lah yang menghidrolisis senyawa-senyawa kompleks di kacang kedelai menjadi serat pangan yang mengandung kalsium, vitamin B juga zat besi. Termasuk antioksidan pencegah penyakit degeneratif,” ungkap Nissa lagi.

Secara umum, kacang kedelai yang telah melalui fermentasi untuk menjadi tempe akan menghasilkan warna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang bekerja merekatkan biji-biji kedelai. Ini seperti jahitan kain yang menyatu utuh dan padat.

Dari sini akan terlihat bagaimana tekstur kacang kedelai yang tadinya masih terbelah-belah menjadi tekstur yang memadat. Adanya degradasi pada komposisi kedelai kian membuat tempe semakin khas, apalagi ada rasa masam yang dikandungnya karena proses fermentasi itu.

Di dalam sebongkah tempe, Anda bisa mendapatkan manfaat dari zat antioksidan berbentuk isoflavon yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas, selain itu tempe juga memiliki kandungan vitamin C hingga vitamin E yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sebagai bahan penganan penting bernutrisi, tidak ada salahnya melatih diri membuat tempe dengan tangan sendiri. Serangkaian langkahnya dibeberkan Anissa Hanan dan dapat Anda coba.

Tempe buatan Microo, salah satu penggiat tempe organik di Yogyakarta, Jawa Tengah, Indonesia.Tempe buatan Microo, salah satu penggiat tempe organik di Yogyakarta, Jawa Tengah, Indonesia.

Pertama, mulai dengan membersihkan kedelai, mengeluarkan batu-batu kecil, atau pun biji yang tidak diinginkan. Selanjutnya, masukkan kacang kedelai yang telah terpilih ke air tawar, dan rebus hingga kira-kira 30 menit untuk sekitar satu kilogram kedelai.

Kemudian kita perlu mengeluarkan kulit luar dari kedelai. Saat proses peluruhan usahakan untuk menggunakan aliran air agar proses pengeluaran kulit kacang kedelai lebih mudah. Meskipun beberapa kacang kedelai mungkin masih menyisakan beberapa kulit halus, itu masih tergolong wajar.

Selanjutnya rendam kacang selama 36 jam, ganti air satu kali setelah 18 jam. Langkah perendaman yang panjang ini akan membantu memulai tahap awal fermentasi, dan akan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi substrat.

Selanjutnya kita mengukus kacang kedelai, kira-kira satu jam, lalu tiriskan, biarkan mengering sedikit, dan sesuaikan dengan suhu kamar.

Penyesuaian pada suhu kamar membuat tempe siap diinokulasi. Sebarkan secara acak tempe di atas nampan bambu untuk mempermudah proses inokulasi ini. Anda pun bisa menggunakan mangkuk di rumah sebagai pengganti nampan bambu.

Seperti halnya membuat yoghurt, perlu menambahkan “inokulum” khusus sebagai proses fermentasi yang diinginkan. Umumnya inokulum “La Prima” termasuk yang popular digunakan, bentuknya bubuk putih secara kasat mata.

Gunakan sekitar sepertiga sendok teh bubuk inokulum untuk sekitar satu kilogram kedelai siap saji. Taburkan inokulum secara merata di atas kacang kedelai yang ingin dijadikan tempe lalu aduk bubuk itu secara merata hingga semua kacang kedelai terbaluri.

Setelah itu masukkan ukuran tertentu dari kacang kedelai ke dalam kantong plastik yang telah merata, jangan lupa untuk membuatkan goresan lubang di atasnya agar mikroorganisme dapat bernapas dan tumbuh.

Seperti yang sudah Anda dengar, tempe tradisional dibuat dengan membungkus kacang kedelai di dalam daun pisang. Tapi saat ini banyak juga pembuat tempe yang menggunakan kantong plastik, ini selain murah juga memudahkan kita untuk melihat seberapa segar atau berhasil tempe yang kita buat dari tangan sendiri.

Setelah menyegel kantong plastik dengan rapat, kacang-kacang kedelai yang telah melalui proses siap untuk diinokulasi, simpan tas kecil di bawah kain hangat atau beberapa surat kabar untuk menahan panasnya proses fermentasi.

Bergantung pada keadaan cuaca, biasanya miselium atau bercak-bercak putih semacam serat yang menempel setiap kepingan kacang kedelai akan mulai membentuk jaringan yang rumit. Tunggu hingga berubah menjadi blok putih padat. Biasanya proses ini akan berlangsung dalam 36 sampai 48 jam.

Sebagai makanan khas Indonesia yang telah dikenal sejak berabad-abad lampau, sudah saatnya tempe menjadi bagian dari identitas kebangsaan. Tidak heran bila banyak operator pariwisata yang menawarkan proses pembuatan makanan kaya vitamin ini untuk para pelancong.

Vinny Mulyadi dari Pelangi Benua mengungkapkan bahwa belakangan ini ada begitu banyak operator pariwisata yang menawarkan workshop pembuatan tempe tapi cukup jarang yang menawarkan pengalaman mendalam dan berbeda.

“Kami membungkus konsep workshop yang intim dalam sebuah perjalanan wisata dan membuat siapa pun yang mengikuti workshop ini akan memiliki rasa mencintai produk yang dibuatnya seperti merawat “bayi” sendiri,” tukas Vinny yang akrab dipanggil Bebi.

Perjalanan wisata ini bertajuk Made-In Experience Trip dan workshop tempe menjadi salah satu aktivitasnya. Peserta tak hanya sekadar dilatih membuat tempe, tapi juga menjadi tahu apa dan bagaimana filosofi tempe itu sendiri. Ini sesuai dengan makna dari Made-In Experience Trip, yang merupakan bagian dari Creative & Culinary Journey. (Wal)*

*artikel ini pernah dimuat di Beritagar.id pada 2 Juni 2017.

 

 

 

 

 

 

 

 

Wonder: Heartwarming Story

Sutradara Stephen Chbosky dikenal sebagai Penulis Skrip, Produser, juga Sutradara yang kerap menyajikan cerita tentang hubungan antar manusia yang menyentuh. Kita pernah merasakannya dalam The Perks of Being a Wallflower (2012) yang menuai pujian. Kemudian Beauty and the Beast (2017) yang juga reboot dari film kartun Disney sebelumnya.

Dalam “Wonder”, Stephen Chbosky yang kelahiran Pittsburgh sekaligus menjadi penulis skripnya. Ini adalah salah satu novel laris yang masuk New York Best Time Seller. Berkisah tentang keluarga dan persahabatan dari sosok Auggie Pullman (Jacob Tremblay) yang harus menjalani operasi di wajahnya hingga berkali-kali untuk terlihat “normal” agar bisa melihat, mendengar, juga punya wajah lebih baik.

Perjalanan Auggie yang mukanya ‘rusak’ dan menjadi korban bully di sekolahnya adalah inti kisah film dengan durasi 1 jam 53 menit ini.  Diangkat dari novel bestseller karya R.J. Palacio, Wonder adalah sebuah drama hangat tentang hubungan keluarga yang menyentuh. (Wal)