Lebih Dari Sekadar Pelarian Akhir Pekan

Jauh sebelum dikenal seperti sekarang ini keindahan Pulau Belitung mungkin memang hanya dimiliki oleh warganya atau beberapa pelancong yang sempat menikmati keindahannya secara diam-diam. Tidak dapat dipungkiri, daya magis provinsi ke-31 Republik Indonesia ini memang hadir sejak Andrea Hirata, putra asli Belitung, mengisahkan masa kecilnya di pulau penghasil timah itu dalam sinema layar lebar yang termasuk salah satu film terlaris di Indonesia, Laskar Pelangi.

Belitung sendiri termasuk destinasi wisata yang favorit untuk warga Jakarta dan sekitarnya karena punya jarak tempuh yang tidak terlalu lama, hanya kurang dari 60 menit dengan pesawat terbang, dan pilihan banyak operator penerbangan seperti Sriwijaya Air atau Nam Air yang menawarkan perjalanan ke Belitung dengan harga relatif moderat tentu dan bisa dibeli di situs terpercaya seperti Blibli.com!

Tiba di Belitung, sederet tempat dengan pesona tersendiri sudah menanti untuk kamu eksplorasi. Terbagi dalam dua Kabupaten, di sisi Barat dan Timur, setiap inci Belitung memang seolah diciptakan untuk mengajak panca indera kita berpetualang.

Salah satu objek yang menarik untuk dikunjungi di Belitung dan menjadi must on the top list adalah Tanjung Tinggi. Ini adalah pantai dengan air berwarna biru jernih layaknya sebuah kolam renang raksasa yang diapit oleh dua semenanjung. Buih ombak yang berhembus pelan dengan kedalaman tidak lebih dari tiga meter dan hampir tanpa arus laut memang menjadi keunggulan tempat yang sekujurnya dikelilingi oleh ‘tembok-tembok’ dari sekumpulan granit raksasa.

Ukuran granit ini juga termasuk epik karena terdiri dari bermacam-macam ukuran, mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik menyerupai sebuah perbukitan. Indah dan magis. Tidak heran kalau sineas nasional Riri Riza menjadikan tempat yang berjarak 30 Km dari Ibukota Tanjung Pandan ini sebagai lokasi utama untuk syuting film Laskar Pelangi yang ‘meledak’ pada tahun 2008 silam.

Selain Tanjung Tinggi, pantai lain yang dapat masuk kategori must visit di Belitung adalah Tanjung Kelayang. Sebuah pantai nelayan yang menawarkan situasi tenang dengan sesekali melihat aktivitas nelayan yang hilir mudik dengan kapal kayu. Pantai lain yang juga termasuk menarik adalah Pantai Ketapang, di sini saat air surut kamu dapat menyeberang di antara bulir-bulir pasir putih menuju pulau tanpa penghuni di seberangnya.

Itinerary lain di Pulau Belitung tentu belum lengkap bila kamu tidak menjejak Pulau Lengkuas. Pulau yang dapat ditempuh dengan speed boat atau kapal kayu nelayan dengan durasi 30 menit ini memiliki pesona sejarah yang pantang terlewat karena ada mercusuar peninggalan Kolonial Belanda berusia 135 tahun yang masih berdiri dengan kokoh.

Terdiri dari 18 tingkat, untuk menaiki mercusuar ini setiap turis diharapkan untuk melepas alas kaki karena kadar garam yang mungkin menempel di alas kaki yang dipakai mungkin saja dapat mempercepat efek korosi pada dinding maupun lantai mercusuar yang hampir keseluruhannya masih asli dan terbuat dari besi tempa. Meskipun lelah, pencapaian ke puncak mercusuar ini memang menawarkan lebih dari sekadar pengalaman tapi juga pemandangan yang luar biasa.

Puas menjelajahi mercusuar, kamu

pun dapat berenang atau sekadar berjemur di sekitar pantai Pulau Lengkuas. Sama seperti pantai-pantai lain di Belitung, pantai di pulau ini pun memiliki deretan batu-batu granit putih yang khas. Biasanya perjalanan ke Pulau Lengkuas juga dibungkus dengan island hopping ke Pulau Burung. Pulau dari susunan granit yang bentuknya serupa kepala burung.

Untuk sebuah weekend escape, Belitung juga menawarkan sebuah wisata literasi yang pantang terlewat. Datang lah ke Museum Kata di Gantong yang digagas oleh Andrea Hirata. Di sini kita akan melihat bagaimana sejarah Belitung dalam perspektif baru dan naratif. Beberapa ruangan dalam museum ini merupakan potongan perjalanan seorang Ikal dan teman-temannya yang tergabung dalam ensemble Laskar Pelangi. Sebuah tempat yang inspiratif tentunya.

Di waktu tersisa selama kunjungan kamu di Belitung, jangan lewatkan mengunjungi Museum Tanjung Pandan yang dahulu bernama Museum Perusahaan Negara Tambang Timah. Di sini lah kita akan belajar sejarah Belitung di masa lampau, mulai dari peninggalan zaman kerajaan hingga beberapa warisan kolonial. Termasuk bagaiman Belitung dikenal karena tambang timahnya. Beberapa items yang mengejutkan dalam koleksi museum ini adalah porselin cina kuno dari kapal karam yang diangkat dari perairan sekitar Belitung.

Untuk kamu yang masih memiliki waktu panjang di Belitung, sempatkan diri juga untuk susuri bagian timur dari pulau ini dan berlabuhlah di Manggar. Ibukota Belitung Timur. Kota yang juga dikenal sebagai kota kelahiran mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ini dikenal juga sebagai kota dengan seribu kedai kopi. Hampir di tiap sudut jalan berdiri kedai kopi tradisional yang dipenuhi para penikmat kopi yang nongkrong setiap pagi maupun senja. Menyesap kebahagian dalam secangkir kopi hitam yang khas.

How To Survive in Belitung

Akomodasi
Sejak booming pariwisata 10 tahun silam, Belitung tampak berbenah di segala lini, beberapa hotel maupun resort membuka diri lebar-lebar untuk para pelancong. Beberapa yang menjadi rekomendasi penginapan selama berada di pulau ini di antaranya ada Lor Inn (Tanjung Tinggi), BW Suite (Tanjung Pandan), Billiton Hotel & Club (Tanjung Pandan), Golden Orion (Tanjung Pandan) dan Arumdalu Private Resort (Tanjung Pandan).

Transportasi
Pulau Belitung menarik untuk dijelajahi dengan menyewa kendaraan pribadi. Tarif sewa kendaraan beragam, umumnya untuk mobil ditawarkan mulai dari Rp 400.000-Rp 500.000 per hari (tergantung jenis mobil dan termasuk supir atau tidak). Untuk solo atau duo traveler, moda sepeda motor menjadi pilihan tepat menjelajahi Belitung dan umumnya ditawarkan mulai dari Rp 80.000 per hari.

Untuk berkeliling pulau seperti Pulau Lengkuas dan Pulau Burung, datang lah  pagi-pagi sekali ke Tanjung Kelayang atau Tanjung Tinggi untuk menyewa kapal nelayan yang dibanderol seharga Rp 400.000 – Rp 500.000 per kapal dan biasanya dapat memuat hingga 6 orang. Semakin banyak orang yang ikut bergabung tentu lebih hemat.

Pulau Belitung bisa dijangkau dari berbagai kota di Indonesia dengan pilihan penerbangan yang menawarkan harga cukup terjangkau sebagai #SahabatPerjalananmu. Saya memilih Sriwijaya Air atau Nam Air karena jadwalnya terbilang fleksibel juga setiap hari. Untuk lebih praktisnya, kamu bisa membeli tiket pesawatnya di Blibli.com lho! Bahkan kalau kamu jadi top spender di Blibli.com untuk kategori Travel, Hotel, dan Tiket sampai 20 Desember 2017, ada hadiah tiket pesawat domestik Sriwijaya Air/Nam Air untukmu! Seru kan!

Kalau nggak sempat kejar jadi top spender di Blibli.com, kamu juga masih punya kesempatan untuk dapat tiket pesawat murah ke berbagai destinasi keren di Indonesia sekaligus kumpulin point dari BlibliRewards hingga dua kali lipat! Karena lagi ada promo Year End Sale hingga 31 Desember 2017.

Kuliner
Jangan lewatkan mencoba kepiting khas Belitung yang diramu bumbu khusus atau mencoba Gangan, sejenis gulai kepala ikan yang bumbunya cukup membuat terkaget-kaget. Untuk oleh-oleh, jangan lupa membeli kerupuk ikan dan udang dengan bentuk khas yang banyak dijual di pinggir jalan atau pun sentra oleh-oleh.

 

 

 

 

Iklan

IRSA 2017; I Wanna Get Home Safely!

Pada 7 Desember 2017 penganugerahaan Indonesia Road Safety Awards (IRSA) kembali digelar untuk kelima kalinya. Tahun ini, acara penganugerahan IRSA 2017 digelar di Ballroom Mandiri Tower dalam suasana yang hangat dan dihadiri oleh Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, SE.,M.UP., Ph.D. selaku Menteri Perencanan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Dr. Ir. Arie Setiadi Moerwanto, M.Sc. selaku Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Irjen Pol Budi Setiyadi selaku Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Perwakilan dari Korps Lalu Lintas POLRI, Perwakilan Kementerian Kesehatan serta para bupati dan walikota finalis IRSA 2017.

Ajang IRSA sendiri merupakan wujud apresiasi kepada kota dan kabupaten terbaik dalam hal penerapan tata kelola keselamatan jalan. IRSA merupakan rangkaian dari pada program corporate social responsibility Adira Insurance yang bertajuk kampanye I Wanna Get Home Safely!

Kampanye yang digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia serta terus berupaya untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan berbagai pihak lainnya untuk terus peduli terhadap keselamatan jalan.

Julian Noor, Chief Executive Adira Insurance, mengungkapkan “Kami berharap pesan dan semangat IRSA terus menular hingga seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga pemenang IRSA dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan program-program keselamatan jalan dan tata kelola keselamatan jalan dengan lebih baik lagi.”

Tercatat sebanyak 120 kota dan kabupaten yang ikut serta dalam IRSA 2017. Dari 120 peserta, terpilih 23 kota dan kabupaten yang terpilih menjadi finalis IRSA 2017. Sebanyak 23 kota dan kabupaten finalis dipilih berdasarkan data-data keselamatan jalan seperti jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah kecelakaan, jumlah fatalitas kecelakaan, dan data pendukung lainnya melalui tahap shortlisting. Telah dilakukan tahap observasi lapangan dan survei kepuasan pengguna jalan terhadap 23 finalis IRSA 2017, yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengukur kualitas penerapan tata kelola keselamatan jalan di 23 kota dan kabupaten tersebut.

Setelah survei dan observasi dilakukan, selanjutnya adalah penjurian. Adapun juri IRSA 2017 terdiri dari perwakilan kementerian lima pilar keselamatan jalan dan para pakar road safety lainnya. Saat penjurian finalis akan memberikan penilaian melalui pemaparan finalis mengenai berbagai permasalahan, program kerja, dan evaluai kebijakan terkait dengan program tata kelola keselamatan jalan.

Penilaian IRSA selalu mengacu pada lima pilar keselamatan jalan yang telah dicanangkan WHO dan diadopsi oleh banyak negara di dunia yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan dan penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Dari hasil penjurian yang telah dilaksanakan terhadap 23 Finalis IRSA 2017 tersebut, akhirnya terpilih para pemenang IRSA 2017 yang dikelompokkan dalam beberapa kategori yang semakin lengkap yaitu:

  1. Pemenang per pilar road safety, yaitu:
  2. Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan (Safer Management)
  3. Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road)
  4. Pilar 3 Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vehicle)
  5. Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User)
  6. Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Pre and Post-Cash Response)
  7. Pemenang utama per kategori Kota dan Kabupaten, yaitu:
  8. Kategori Kota dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi
  9. Kategori Kota dengan tingkat kepadatan penduduk rendah
  10. Kategori Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi
  11. Kategori Kabupaten dengan tingkat kepadatan penduduk rendah
  12. Kategori Excellent City Indonesia Road Safety Award
  13. Pemenang penghargaan khusus, yang terdiri dari:
  14. Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Meningkatkan Jumlah Pengguna Angkutan Umum
  15. Kota atau Kabupaten Terbaik pada Upaya Meningkatkan Kualitas Sarana Pejalan Kaki yang Berkeselamatan
  16. Kota atau Kabupaten dengan Program Inovasi Terbaik dalam Upaya Meningkatkan Tata Kelola Keselamatan Jalan
  17. Kota Kabupaten Terbaik Pada Upaya Menurunkan Rata-Rata Angka Kecepatan Kendaraan.

“Kami sangat gembira melihat lahirnya program-program inovatif baru yang secara serius diterapkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten setempat ketika mengikuti ajang IRSA ini. Semangat dari program IRSA adalah untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten agar terus bekerja keras menerapkan pilar-pilar keselamatan jalan di lingkungan pemerintahannya sehingga tercipta keselamatan jalan yang aman.” jelas Julian.

IRSA mengusung tema Road Safety for Humanity. Tema ini menjadi salah satu atribut penilaian pada kategori Excellent City yaitu fasilitas pejalan kaki untuk masyarakat serta penyandang disabilitas yang nyaman dan berkeselamatan. Selain itu, pada acara penganugerahan penghargaan IRSA 2017 juga dibuat Difable Room yang dapat dirasakan langsung oleh para tamu undangan. “Melalui IRSA, kami ingin mendorong pemerintah daerah untuk memenuhi serta menyediakan fasilitas pejalan kaki yang nyaman dan berkeselamatan bagi masyarakat khususnya penyandang disabilitas. Tidak hanya itu, dengan tema yang kami angkat ini, juga turut memperingati hari disabilitas yang jatuh pada tanggal 3 Desember lalu,” pungkas Julian.

Penyelenggaraan ajang IRSA 2017 ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan penuh dan sinergi dari berbagai pihak. “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya ajang IRSA ini yaitu Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Kesehatan, WHO, Global Road Safety Partnership Indonesia, Masyarakat Transportasi Indonesia dan para penggiat road safety lainnya”. (Wal)

Laneway Festival Singapore 2018: The Eight Time To Spread The Love!

Laneway Festival Singapore dikenal sebagai salah satu gelaran festival musik di region Asia Pasifik yang menawarkan unsur romantisme. Baik itu dari segi line-up yang tampil atau pun lokasinya yang unik, The Meadow, Gardens by the Bay – Singapura. Bulan depan, romantisme itu akan berlanjut untuk ke-8 kalinya, atau lebih tepatnya pada 27 Januari 2018.

Sejak beberapa bulan lalu, pihak panitia telah mengumumkan line-up utama untuk gelaran festival outdoor ini. Deretan skena indie seperti Slowdive, The Internet hingga Mac Demarco menjadi salah tiga dari line-up yang pantang dilewatkan. Selain ketiganya masih ada penyanyi balada Aldous Harding yang keren, kemudian Anderson .Paak & The Free Nationals, hingga si keling bersuara merdu, Moses Humney atau Amy Shark yang mencuri perhatian.

Misi dari festival yang sudah ada sejak tahun 2005 ini sendiri terbilang seru, karena memang ingin memperkenalkan band-band indie baru ke kancah yang lebih luas. Biasanya yang tampil di Laneway, akan terkenal kemudian. Demikian premis yang diplot dari festival ini. Selain tentunya, kamu bisa bersenang-senang di arena festival yang dirancang asyik dan cenderung hippies!

Meskipun masih akan berlangsung dalam sebulan ke depan, kamu masih bisa kok menyaksikan festival ini dengan beli langsung ke website-nya di sini, start dari SGD $150 saja per tiket bila membeli sekaligus 3 tiket. Ingat prinsip More the merrier bukan? Makin rame, makin asyik!

Jadi, tunggu apalagi, segera kejar mimpimu menjadi saksi dari berbagai band indie keren yang bakal tampil di Laneway Festival 2018. Atau kamu akan menyesal. (Wal)

 

Murder on the Orient Express; Fully Loaded

Merupakan salah satu novel terkenal dari Agatha Christie yang akhirnya difilmkan. Ada deretan bintang Hollywood ternama yang turut ambil bagian dalam film arahan Kenneth Branagh ini. Sineas asal Inggris ini juga ikut serta dalam film ini sebagai pemain utama, Hercule Poirot. Ada pun sang penulis skrip adalah Michael Green.

Karakter fiktif yang merupakan rekaan dari Christie yang juga kelahiran Inggris ini fokus pada detektif Poirot yang legendaris. Judulnya sendiri mengikuti judul dari novel aslinya yang laris manis hingga kini.

Branagh membungkus film ini dengan ketegangan yang indah, khas sama seprti kita membaca novelnya yang awet puluhan tahun menempel dalam alam pikiran. Mengambil setting dalam rangkaian kabin kereta mewah di masa awal abad ke-20 yang magis dengan kasus misterius yang mengikuti Poirot sepanjang perjalanan adalah sebuah visual indah yang pantang terlewatkan oleh moviegoers.

Kematian misterius seorang penumpang Orient Express, Edward Ratchett (Johnny Depp), yang dikenal juga sebagai mafia asal Amerika Serikat membuat setiap penumpang di atas kereta mewah itu menjadi tersangka. Itulah plot yang ditawarkan film ini.

Siapa saja para penumpang itu? Branagh membungkusnya dalam ensemble yang tidak kalah meriah! Ada Edward Henry Masterman (diperankan oleh Derek Jacobi), Hector Macqueen (dimainkan oleh Josh Gad) Ny Caroline Hubbard (dimainkan oleh Michelle Pfeiffer), Pilar Estravados (diperankan oleh Penelope Cruz), Mary Debenham (dimainkan oleh Daisy Ridley), Dokter Arbuthnot (dimainkan Leslie Odom Jr.), Gerhard Hardman (diperankan oleh Willem Dafoe), Putri Dragomiroff (dimainkan oleh Judi Dench) beserta pembantunya Hildegarde Schmidt (dimainkan oleh Olivia Colman), Biniamino Marquez (diperankan oleh Manuel Garcia-Rulfo) dan Count Rudolph Andrenyi (dimainkan oleh Sergei Polunin) hingga sang kondektur Pierre Michel (dimainkan oleh Marwan Kenzari).

Tidak heran bila lewat film dengan durasi hampir dua jam penuh ini mata penonton akan dimanjakan dengan keindahan visual yang cantik, mulai dari Istanbul pada awal abad ke-20 hingga mewahnya interior kereta Orient Express. Sebuah film yang membuat para penonton seolah traveling ke indahnya dunia pada hampir satu dekade silam! (Wal)

Dari Arena Grand Final Levi’s Band Hunt 2017!

 

Levi’s® bekerjasama dengan Universal Music Indonesia tahun ini kembali menggelar Levi’s® Band Hunt, sebuah ajang pencarian bakat untuk band lokal terbaik yang ‘belum ditemukan’. Acara ini sendiri adalah wadah untuk mentoring sekaligus platform bagus untuk band-band muda berbakat tampil di dunia musik Indonesia.

Deretan juri di bidang musik terkemuka, hadir khusus untuk menilai ajang ini, di antaranya ada Jan Djuhana dari Universal Music Indonesia, kelompok musik MALIQ & D’Essentials, wartawan musik Ricky Siahaan, dan para perwakilan Levi’s®. Sebanyak ribuan band dari berbagai Indonesia ikut berpartisipasi dalam pendaftaran yang digelar secara online atau pun offline sejak beberapa waktu lalu.

Hasilnya pada 25 November lalu, sebanyak 8 finalis band dari berbagai daerah di Indonesia berlaga untuk unjuk gigi di Gandaria City-Jakarta. Kesempatan single record deal dari Universal Music Indonesia menjadi hadiah utama yang diperebutkan .

Country Manager Levi Strauss Indonesia Sameer Koul mengatakan: “Levis® adalah tentang ekspresi diri dan kami selalu percaya bahwa musik adalah bentuk paling nyata untuk mengekspresikan identitas seseorang lintas usia, gender, agama dan lainnya. Menjadi sebuah kebanggaan bagi kami untuk dapat memberikan wadah bagi masyarakat Indonesia untuk mengekspresikan keorisinalitasan diri mereka dan  menyediakan mereka pijakan menuju dunia baru bersama Universal Music Indonesia.”

Dengan minimal tiga anggota, band dapat menggunggah lagu orisinil mereka dengan musik yang unik yang mengekspresikan gaya bermusiknya melalui melalui web Levi.co.id/band-hunt. Untuk mempermudah para pendaftar, Levi’s® juga menggelar pop-up auditions di lima kota besar, di sana peserta bisa merekam video audisi dan mengunggah secara langsung. Proses pemilihan delapan finalis melibatkan audiens voting supaya lebih transparan dan terbuka.

Pada akhirnya lebih dari 90,000 votes diterima dalam jangka waktu hanya tiga minggu. “Levi’s® Band Hunt menerima respon yang luar biasa dengan mendapatkan lebih dari 1,500 pendaftar yang menggunggah musik mereka dalam format audio maupun video dari seluruh penjuru Indonesia,” tambah Country Marketing Head Levi Strauss Indonesia Adhita Idris.

Bagi Wisnu Surjono, Managing Director Universal Music Indonesia: “Sebagai perusahaan musik global kami selalu percaya pada talenta para musisi negeri dan apa yang diperoleh Levi’s® Band Hunt melebihi ekspektasi kami.” Kedelapan finalis murni dipilih langsung oleh masyarakat, termasuk tiga yang hak wild card Dewan Juri, “Masyarakat Indonesia sudah cukup jeli dalam hal musik. Voting masyarakat yang semula untuk mendapatkan lima band finalis akhirnya menjadi delapan karena suara yang diberikan untuk tiga band finalis lainnya ternyata sama dengan pilihan Dewan Juri,” Wisnu menambahkan.

Kedelapan finalis juga mendapat sesi pembekalan pengetahuan mengenai musik oleh Angga dan Widi Puradiredja anggota dari MALIQ & D’Essentials, seputar tips mengenai cara-cara menguasai panggung, tampil dengan penonton yang lebih besar dan juga pemahaman berguna lainnya untuk kemajuan band mereka.

Angga Puradiredja dari  MALIQ & D’Essentials mengatakan: “Band kami selalu percaya bahwa orisinalitas dalam bermusik adalah cara untuk menunjukkan ekspresi diri dan kolaborasi kami dengan sebuah brand seperti Levi’s® adalah perayaan untuk mengekspresikan ide-ide kami.”

Siapa saja ke-8 finalis yang tampil di Grand Final Levi’s Band Hunt 2017? Ini adalah daftarnya:

  • Violet Fighters – @violetfighters (Palembang) – Genre: alternative rock
  • Own Band – @ownbandtrio (Jakarta) – Genre: rock
  • Q-OZ ZEROFIVE – @qozzerofive (Cianjur) – Genre: rock
  • NOY BAND – @noyband.official (Palembang) – Genre: pop
  • Visual Dream Band – @visualdreamband (Jakarta) – Genre: rock
  • Jeane – @jeane_band (Garut) – Genre: blues
  • Tutur Nada – @tuturnada (Solo) – Genre: pop
  • Batiga – @batiga_official (Yogyakarta) – Genre: pop

Selain itu, menariknya acara Grand Finale Levi’s® Band Hunt juga terkait dengan momen ikonik dari sejarah Levi’s® yaitu perayaan 50 tahun ditemukannya produk Levi’s® yang sangat legendaris, Jaket Trucker Levi’s®; yakni sebuah perayaan untuk musik, inovasi dan gaya.

Untuk memperingati momen ini, Levi’s® secara global bekerjasama dengan 50 ikon terdiri dari orang-orang berpengaruh di seluruh dunia untuk menyebarluaskankan cerita ini dan merayakan anniversary salah satu jenis pakaian yang ikonik dalam sejarah pakaian Amerika – Trucker Jacket 1967 70505 Type III, yang saat ini dikenal sebagai definisi sebuah jaket jins.

Di Indonesia, Levi’s® bekerjasama dengan MALIQ & D’Essentials yang sesungguhnya mewujudkan spirit ikon dengan ekspresi tak berbatas yang juga bergabung di perayaan Jaket Trucker lokal.

Menjelang larut malam, akhirnya band asal Yogyakarta yang mengusung genre pop dan rock, Batiga, keluar sebagai pemenang Levi’s Band Hunt 2017 dan berhak atas hadiah uang Rp 15 Juta juga record deal dengan Universal Music Indonesia. Sedangkan juara ke-2 adalah Tutur Nada yang berhak atas hadiah Rp 10 Juta dan Violet Fighters keluar sebagai Juara 3 dan berhak atas hadiah Rp 5 Juta! Selamat dan sampai ketemu di kompetisi Levi’s Band Hunt tahun depan! (Wal)

 

Knight Kris; Animasi Karya Anak Bangsa

Diproduksi oleh Viva Fantasia Animation dan SSS Production setelah hampir tiga tahun, Knight Kris adalah film animasi buatan anak bangsa yang melibatkan sejumlah nama besar di tanah air seperti Deddy Corbuzier yang bertindak sebagai Executive Producer, dan Sys NS yang terlibat sebagai Producer.  Selain itu, yang tak kalah  menarik ada putra Presiden RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep juga menjadi salah satu pengisi suara di film animasi ini.

Saat pemutaran perdana pada pertengahan November, Deddy mengatakan kalau “Indonesia memiliki talenta-talenta di berbagai bidang, tak terkecuali di industri film yang beberapa tahun belakangan terlihat sangat menggeliat dan telah bangkit dari kevakuman serta mulai menjadi tuan di negeri sendiri. Tapi sayangnya belum ada yang berani mengambil tantangan untuk menghadirkan karya animasi, sehingga kami pun ingin memulainya di Knight Kris ini”, tukas pesulap ini. 

Menariknya Deddy juga menjadi penyanyi untuk soundtrack film. ini “Saya menerima tantangan itu, dengan belajar bernyanyi secara baik dan benar agar enak untuk dinikmati. Semoga masyarakat bisa menerima alunan suara saya”,  tambah Deddy.

Digarap oleh duo Penulis dan Sutradara, Antonius dan William Fajito, keduanya sepakat kalau film ini  banyak mengangkat konten lokal dengan mengetengahkan budaya khas Indonesia seperti tokoh-tokoh pewayangan dan candi sebagai gambar latarnya agar generasi kids jaman now dapat belajar sejarah budaya lokal secara ringan melalui karya layar lebar. “Beberapa adegan kami buat di Computer Generated Imagery (CGI) agar hasilnya berkualitas dapat disejajarkan dengan film animasi buatan luar negeri, kalau bisa sekelas Hollywood”, tambah Antonius.

Selain Deddy yang mengisi suara tokoh Bayu Sekti, beberapa orang kreatif yang namanya sudah dikenal di media sosial juga terlibat, seperti Kaesang Pangarep (karakter Yuda), Chika Jessica (tokoh Bayu), Stella Cornelia (tokoh Rani), Bimasakti (tokoh Asura dan Mpu Tandra) dan Santosa Amin (tokoh Nahwara).

“Ini pengalaman seru pertama saya menjadi dubber dalam sebuah film animasi. Ternyata sulit sekali untuk mengisi suara”, terang Kaesang antusias. 

Secara sinopsis, film ini mengangkat tema action adventure. Bercerita tentang kisah sebuah keris yang tokoh utamanya adalah Bayu, seorang bocah laki-laki berumur delapan tahun dari Desa Hening yang menemukan sebuah keris sakti dalam candi misterius di tengah hutan terlarang.

Tak disangka, ternyata keris tersebut memberikan Bayu kekuatan untuk berubah wujud menjadi sesosok ksatria harimau berbaju zirah. Di saat bersamaan, dari tempat keris itu dicabut, sesosok raksasa bangkit dan memporak porandakan desa serta mengubah seluruh penduduk desa menjadi batu.

Bayu bersama sepupunya, Rani kemudian bertemu dengan seekor kera bernama Empu yang mengaku sebagai pengguna keris itu sebelumnya. Empu kemudian membeberkan kenyataan bahwa keris yang Bayu cabut bagiannya terpencar ketika dahulu digunakan untuk menyegel Asura, sang raksasa. Mereka bertiga akhirnya pergi untuk mencari peta yang dapat menunjukkan keberadaan pecahan tersebut, yaitu ke tempat dimana keris itu dibuat.

Sebuah film inspiratif yang pantang dilewatkan oleh moviegoers Indonesia dan pecinta film animasi. (Wal)

Dari Arena Nivea Men TopSkor Cup U-16

Pada 11 November 2017 lalu NIVEA MEN yang dikenal sebagai salah satu merek perawatan kulit pria terkemuka di dunia, bekerja sama dengan TopSkor menyelenggarakan kompetisi sepakbola bertitel NIVEA MEN TopSkor Cup U-16. Tahun ini kompetisi usia remaja yang digagas oleh TopSkor ini telah memasuki tahun ke-3 penyelenggaraan. Menariknya, persaingan turnamen NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 tahun ini dipastikan berlangsung seru karena mayoritas pemain-pemain Tim Nasional U-16 yang diasuh pelatih Fakhri Husaini turun langsung di ajang ini. Sebut saja ada Rendy Juliansyah dan Ahmad Rusadi yang akan membela panji ASIOP Apacinti. Ada pula Andre Oktaviansyah (Pelita Jaya), Yudha Febrian (Cibinong Putra), Yadi Mulyadi, Hamsa Lestaluhu, Sukrayatul Fajra, dan Ahluz Dzikri (ASAD Purwakarta).

Kompetisi NIVEA MEN TopSkor Cup U-16 tahun 2017 sendiri diikuti oleh 22 tim, yang datang dari Sekolah Sepakbola (SSB) dan sekolah formal nasional & internasional (SMU/SMk) dari wilayah Jabodetabek. Total ada sekitar 650 orang pemain dan tim ofisial yang terlibat di kompetisi ini. Pertandingan rencananya digelar dengan sistem setengah kompetisi, dimana ke-24 peserta akan dibagi ke dalam enam grup. Juara dan runner-up grup (12 tim) serta empat peringkat tiga terbaik akan lolos ke fase 16 besar hingga selanjutnya bersaing hingga babak final.

Holger Welters, Presiden Direktur PT Beiersdorf Indonesia, mengutarakan bahwa “NIVEA MEN sebagai merek perawatan kulit terkemuka di dunia dan juga sebagai sponsor resmi klub sepakbola internasional REAL MADRID, sangat bangga ikut berpartisipasi dalam kompetisi ini karena kami mendukung penuh pertumbuhan sepak bola di Indonesia dalam hal ini mempersiapkan generasi muda untuk dapat mengeksplorasi potensi mereka semaksimal mungkin dalam olahraga sepak bola.”

Sedangkan Tomasz Schwarz, Marketing Direktur PT Beiersdorf Indonesia, menambahkan bahwa “NIVEA MEN menyadari sepakbola adalah aktivitas yang maskulin dan menyenangkan, namun wajah & badan kita pun harus menghadapi situasi yang berat. Sebut saja: minyak yang berlebih, tanah kotor, debu, keringat berlebih, lumpur, terik matahari, dan sebagainya, situasi yang pasti dialami juga oleh para pemain NIVEA MEN TopSkor Cup nantinya. Dengan demikian, kita semua sama-sama membutuhkan produk perawatan kulit, seperti sabun muka dan deodoran, yang memang benar-benar efektif untuk membersihkan secara menyeluruh dan juga melindungi dari bau badan.”

Di sisi lain, Yusuf Kurniawan, Direktur TopSkor Indonesia, menjelaskan bahwa “NIVEA MEN dan TopSkor memiliki visi yang sama untuk mengembangkan bakat anak-anak muda Indonesia. Selain dukungan penuh 1 bulan ke depan, kami juga menyediakan coaching clinic dan juga hadiah khusus kepada setiap pemain terbaik (Man of The Match) di setiap pertandingan. Kami berharap, melalui apresiasi ini, para peserta semakin bersemangat menunjukkan kemampuan mereka. Apalagi ajang ini akan dipantau oleh pelatih Tim Nasional U-16 dalam rangka mencari pemain potensial untuk dipersiapkan menuju putaran final Piala Asia U-16 tahun 2018.” (Wal)