Pilihan Baru Traveler Urban

Pada 27 November 2018 lalu wilayah Tangerang yang juga termasuk dalam provinsi Banten meresmikan untuk pertama kalinya sebuah hotel bintang lima. Nama hotel itu adalah JHL Solitaire Gading Serpong.

Hotel ini sendiri merupakan bagian dari D Varee Collection Hotel Management yang punya konsep ikonik, megah dan spektakuler.  Desain dan arsitektur seninya berpadu dengan kesempurnaan dan tentunya penuh sentuhan glamor.

Lokasinya yang berada tepat di jantung kota Serpong dan juga dikelilingi oleh berbagai fasilitas publik dan pusat konvensi terbesar di Indonesia, Indonesia Convention Center (ICE), pusat perlengkapan rumah tangga terbesar dari Swedia, IKEA, pusat perbelanjaan dari Jepang seperti AEON, dan lainnya menjadikan hotel ini adalah sebuah pilihan menarik untuk kaum urban Jabodetabek atau luar Jabodetabek yang ingin menghabiskan akhir pekannya di area Tangerang.

Selain lokasinya yang cukup strategis dan terjangkau dari Bandara International Soekarno-Hatta karena hanya berjarak tempuh sekitar 40 menit melalui akses tol Serpong dan JORR,  JHL Solitaire Gading Serpong juga punya 141 kamar yang terbagi dalam jenis Premier dan Suite. Keduanya dilengkapi dengan luxury amenities dan fasilitas yang menjamin kenyamanan para tamu yang menginap. Adapun pilihan unggulan lainnya di tempat ini adalah Suite Chairman yang punya ruang tamu, kamar tidur dan kamar mandi  luas dengan dekorasi terbaik dan perabotan lux.

Jerry Hermawan Lo selaku Komisaris JHL Solitaire Gading Serpong di sela-sela pembukaan sempat mengatakan bahwa kehadiran hotel ini bukan hanya untuk menjawab kebutuhan traveler semata tapi juga business traveler yang butuh tempat untuk MICE alias Meeting, Incentive, Convention, Expo. 

“Bisa juga jadi alternatif tempat wedding eksklusif bagi masyarakat wilayah Tangerang, Banten dan sekitarnya. Harapannya agar dapat turut mengangkat wajah provinsi Banten semakin cantik sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah”, tukas Jerry.

Selain kamar dan fasilitas lainnya, hotel ini juga memiliki pilihan restoran dan bar yang menawarkan pengalaman kuliner dengan konsep tema yang spesifik dan mengesankan, seperti Mangan All Day Dining RestaurantURO Japanese Dining & Sake BarRoyal 8 Chinese Restaurant & Dim Sums, Empress China Bar, Al Gusto Italian DiningCastro Lounge & Cigar Bar, dan juga Anni Fleurist Et Café.

Tidak hanya itu saja, JHL Solitaire Gading Serpong juga punya kolam renang dengan konsep outdoor yang menawarkan suasana yang menyegarkan. Ada juga The Workout bagi tamu yang aktif berolahraga dan LE Mere Glam Et Beaute Lounge yang menyediakan berbagai macam perawatan kecantikan yang dilayani oleh para ahli yang berpengalaman. Last but not least, tersedia juga Acqua Spa Wellness yang menyediakan pengalaman spa mewah pertama dengan memberikan pengalaman pijat terapetik dengan suasana relaks dan tenang. Jangan lewatkan juga wahana untuk anak-anak dengan konsep spa yang bertujuan untuk mengedukasi anak-anak tentang kebugaran sejak dini di Acquaree Kids Spa Journey.

Sebuah lokasi pelarian yang menarik tentunya untuk kaum urban ibukota yang haus dengan atraksi dan juga kemewahan. (Wal)

Iklan

The Grinch; Kisah Si Pencuri Natal

Setelah kemunculan terakhirnya hampir dua dekade lalu lewat sosok Jim Carrey sebagai The Grinch alias monster hijau dari Kampung Whoville, tahun ini menjelang pergantian tahun Universal Pictures dan Illumination Entertainment pun meluncurkan versi kartun karangan Dr. Seuss ini sebagai hiburan akhir tahun untuk keluarga.

Tercatat juga, kisah dari The Grinch sudah pernah hadir di film TV sejak tahun 1966 lewat How the Grinch Stole Christmas!  Sedangkan The Grinch edisi 2018 mengisahkan sosok si hijau The Grinch (Benedict Cumberbatch), sejenis monster berbulu yang sinis dengan perayaan Natal dan hanya menyendiri di gua perbukitan bersama dengan anjing bernama Max.

Pada suatu hari di penghujung tahun, sebuah karma buruk mendatangi si Grinch. Persediaan makanannya selama setahun habis. Padahal menurutnya dia sudah stok hingga Januari mendatang. Hal ini tentu untuk menghindari dirinya dari basa-basi Natal yang membosankan dan menimbulkan trauma tersendiri.

Celakanya, The Grinch harus menghadapi kenyataan kalau perayaan Natal kali ini oleh masyarakat Whoville berlangsung 3 kali lipat lebih meriah dari sebelumnya. Kontan sang monster hijau kian panik dan kesal. Seperti dalam kisah klasiknya, tentu dia pun berencana merusak Natal itu.

Bagaimana si tuan yang suka ngomel-ngomel ini menjalankan niat buruknya merusak Natal para warga Whoville? Kuncinya ada di anak perempuan bernama Cindy Lou Who, yang lucu dan disuarakan oleh Cameron Seely. Cindy adalah anak pemberani di desa Whoville yang kebetulan punya misi ingin bertemu Santa di malam Natal.

The Grinch versi 3D kali ini boleh dibilang banyak menyampaikan petuah bijak yang klasik serta dialog tajam yang mengesankan untuk segala usia. Tontonan hiburan akhir tahun yang sangat menghibur tentunya. Jangan lewatkan juga narasi nakal dari Pharrell Williams sepanjang film ini. (Wal)

 

 

“Priscilla, My Beautiful Fighter”, Hadiah Istimewa Seorang Ayah

Pada pertengahan Oktober lalu, sebuah buku penuh inspirasi diluncurkan oleh Jacobus Dwihartanto. Dia memang bukanlah seorang penulis kenamaan, bukan pula selebgram. Dia hanya seorang ayah dari putri bernama Priscilla. Perempuan kelahiran 14 Mei 1997 yang telah lama dipanggil Maha Kuasa karena mengidap penyakit kanker otak.  

Sosok Priscilla atau biasa di panggil Pece semasa hidupnya memang terbilang penuh keajaiban. Dan ini dengan narasi luar biasa, dikisahkan oleh sang ayah lewat bukunya yang diberi title ‘Priscilla, My Beautiful Fighter. Pece sendiri punya nama lengkap Maria Priscilla Dwihartanto.

Seperti yang ditulis sang ayah dalam buku dengan nuansa biru dan ketebalan lebih dari 300 halaman, si mungil nan cantik Priscilla hadir ketika kedua orangtuanya sangat merindukan keturunan. “Jujur, saya waktu itu ingin sekali punya anak laki-laki, tapi setelah penantian yang cukup lama hingga lebih dari tiga tahun, lahirlah bayi perempuan kami yang lucu dan menggemaskan, saya pun sangat mensyukuri hal itu”, papar sang ayah dalam sesi peluncuran buku pada siang itu di Kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Setelahnya, seperti dalam buku yang dikarang sang ayah selama bertahun-tahun, para pembaca akan diajak untuk “melihat” perkembangan sosok Priscilla yang sehat, ceria dan selalu periang di segala situasi. “Dia suka olahraga, dia suka seni dan fashion, benar-benar seorang perempuan muda yang aktif”, tukas sang ayah lagi. “Tapi dia pun ikut membuat sekelilingnya nyaman dengan kebaikan tulus yang dia tebar”, tambah sang ayah.

Bersekolah di SD dan SMP Santa Ursula dan pada akhirnya menyematkan gelar  sebagai Sanurian tentu membuat hari-hari Priscilla kian sibuk. Dikelilingi teman yang setia dan tulus di lingkungan sekolah Katolik yang ketat disiplin tidak membuat Priscilla kendor berprestasi. Catatan akademiknya bagus di dalam kelas. Untuk urusan eskul, gadis ini juga menimba prestasi yang termasuk mencengangkan. Dia pun disayangi guru-gurunya karena punya kedewasaan yang tinggi.

Sampai pada akhirnya kebahagiaannya terenggut di tahun 2011 ketika keseimbangan badan dan kesehatannya mulai terganggu dengan dokter yang memvonisnya dengan penyakit kanker otak. Periode ini berlangsung cepat. “Dia hanya hidup 17 bulan sebelum dipanggil Sang Maha”, kata sang ayah lagi.

Lantas apa motivasi sang ayah membuat buku tentang sang puteri yang telah lama hilang setelah hampir lebih dari 6 tahun berpulang?

“Saya ingin para orang tua yang oleh sang maha kuasa diberikan cobaan mempunyai anak yang memiliki penyakit yang sulit untuk disembuhkan seperti kanker menjadikan buku ini sebagai inspiratif kehidupan dalam menghadapi semua cobaan yang diberikan, tetap tabah dan berusaha menjalaninya serta tetap berdoa untuk kesembuhan sang buah hati dan dapat menjadi referensi parenting dalam membangun kepercayaan diri anak-anak mereka”, tandas sang ayah pada awak media yang mengerubungi pada siang itu.

Bagaimana proses kreatif sang ayah membukukan karya Priscilla, My Beautiful Fighter sebagai sebuah buku memang menarik untuk disimak. “Saya mulai mengumpulkan keping demi keping pemikiran dan keinginannya yang dituangkan dalam banyak tulisan dan berserak di buku harian, laptop, blog sampai posting-an di Twitter dan Instagram. Semuanya tergali begitu saja, mulai dari pemikiran, harapan, cita-cita hingga pandangan pribadinya”, kata sang ayah lagi.

Menariknya lagi, seluruh royalti dari penjualan buku ini juga rencananya akan disumbangkan oleh sang ayah melalui Yayasan Maria Priscilla Dwihartanto. Sebuah yayasan yang berfokus pada pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan. Tercatat, di bidang pendidikan, Pak Dwihartanto dan Bu Caroline adalah pendiri yayasan tersebut dan telah memberikan beasiswa bagi siswa-siswa berprestasi, menyumbang buku-buku, furnitur, juga hal lain bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Tercatat juga di bidang kesehatan saat ini sedang dibangun sebuah rumah sakit dengan nama Priscilla Medical Center (PMC) yang direncanakan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2019. PMC dibangun dengan harapan agar rumah sakit ini dapat ikut berperan aktif dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat khususnya di daerah Cilacap, Banyumas dan sekitarnya.  Dengan motto “Merawat dengan Kasih Sayang”, PMC bertekad untuk memberikan layanan kesehatan dengan standar internasional namun dengan tetap mengedepankan unsur-unsur kearifan lokal seperti keramahan, gotong-royong dan kekeluargaan.

Menariknya, PMC juga menyediakan ruang serba guna dengan kapasitas 200 orang yang dapat dipakai untuk melakukan pertemuan-pertemuan dan acara-acara seminar. Sungguh sebuah perayaan untuk kemanusiaan yang menarik hati bagi kita semua lewat suguhan narasi dari sang ayah yang tertuang di buku Priscilla, My Beautiful Fighter. MenjadiPhoto 1Photo 2unnamed-11 kado istimewa dari seorang ayah untuk puterinya yang penuh inspirasi. Bukunya sendiri terhitung best seller dan sudah hadir sejak awal Oktober silam di seluruh toko buku besar di Indonesia. (Wal)

 

 

Bohemian Rhapsody: Freddie Mercury Yang Abadi

Queen merupakan band legendaris yang mungkin dikenal luas hingga kini. Lagu-lagunya nyeleneh dan mudah diingat. Sosok vokalisnya yang flamboyan kini digambarkan dalam film bertajuk “Bohemian Rhapsody” dan cukup menyita perhatian.

Digarap dengan baik oleh sutradara nyeleneh Bryan Singer, film dengan durasi lebih dari dua jam ini bisa dibilang membangkitkan kembali sebuah kenangan tentang sosok Freddie Mercury yang legendaris. Dan kali ini Rami Malek kebagian peran sebagai sosok itu.

Queen sendiri beranggotakan Brian May, John Deacon, dan Roger Taylor. Berawal dari band iseng-iseng, grup ini akhirnya jadi salah satu band legendaris dunia. Boleh dibilang nama Freddie turut mengangkat band ini. Si cadas nan manja yang flamboyan.

Freddie yang aslinya bernama Farrokh Bulsara menjadi sentral utama dalam film ini. Visual film yang dimulai dengan konser dan ribuan penonton boleh dibilang adalah sajian utama di sini. Semua penonton juga akan diajak untuk menyanyi lagu-lagu seperti “Love of My Life” hingga intro “Bohemian Rhapsody” yang tak kalah legenda.

Puncak film ini sendiri ditandai dengan penampilan Rami Malek alias Freddie Mercury saat menghidupkan Stadion Wembley dengan gegap gempita dalam konser kemanusiaan bertajuk Live Aid pada tahun 1985. Sebuah penutup yang manis untuk seorang legenda. (Wal)

 

 

 

Berpetualang Bareng Doraemon di Great Adventure in the Antartactic Kachi Kochi

Anda suka dengan tokoh karakter Doraemon? Kalau begitu film terbaru dari kucing robot abad ke-22 ini bisa jadi pilihan tontonan seru di Oktober ini. Berbeda dengan versi televisinya, petualangan Nobita, Shizuka, Suneo dan Giant kali ini boleh dibilang menarik dan penuh fantasi. Menghibur? Jelas!

Film ini sendiri dimulai ketika robot kucing dari abad ke-22 itu berpetualang ke wilayah Pasifik bersama dengan Nobita cs. Mereka ke wilayah terdingin di dunia sedangkan di Jepang sedang dilanda musim panas yang cukup terik. Alhasil Nobita pun merasa kedinginan. Dan seperti biasa Doraemon mengeluarkan alat-alatnya dari kantong ajaib untuk meredam itu.

Film ini sendiri dimulai lewat penemuan cincin asal dari Antartika yang diyakini berusia lebih dari 100.000 tahun. Faktanya Antartika baru ditemukan pada tahun 1700-an. Pertemuan dengan Carla juga Profesor Hyakkoi membuat petualangan kelima sahabat ini semakin seru dan menggemaskan.

Secara keseluruhan film ini termasuk menghibur untuk semua kalangan karena bahasa yang digunakan masih bahasa asli dan gambarnya juga cukup menarik. Kita serasa dibawa nostalgia kembali ke masa-masa awal kemunculan Doraemon di awal 90-an lewat layar televisi.
Doraemon 2

 

 

 

Trend Baru Busana Syar’i

Sebagai salah satu brand ternama untuk busana syar’i modern di Indonesia yang telah memiliki ratusan reseller yang tersebar di seluruh Indonesia hingga ke mancanegara serta memiliki tagline ‘World Class Modest Syar’i’ membuat Jawhara Syari punya visi untuk menjadikan busana syar’i muslimah sebagai trend. Konsep yang ingin diusung oleh busana ini sendiri adalah modern, trendy, elegan dan comfort.

Ini terlihat dari karya-karya yang tertuang di dalam koleksi busana Jawhara Syari pada Sabtu, 25 Agustus 2018 lalu. Sang desainer Cynthia Mahendra punya misi untuk lebih memperkenalkan busana syar’i kepada seluruh kalangan masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Hal ini tentu akan membuat busana syar’i akan lebih diakui keberadaan dan eksistensinya di dalam dunia fashion.

Sebelumnya Jawhara Syari juga telah sukses menggelar berbagai Fashion Show seperti Indonesia Fashion Week, Moslem Fashion Festival Istanbul, Tokyo Modest Fashion Show dan beberapa fashion show lainnya.

Keberadaan Jawhara Syari di industri fashion Tanah Air juga semakin dipertegas dengan kehadiran butik pertamanya yang berada di shopping mall bergengsi Ibukota, fX Jakarta.

Untuk memperkenalkan butik pertamanya tersebut, Jawhara Syari pun menggelar Grand Opening yang diramaikan dengan fashion show dan memperkenalkan koleksi terbaru bertemakan ‘Fleurs de Printemps’ yang terinspirasi dari keanggunan dan kemewahan busana syar’i ketika dipadukan dengna warna-warna pastel yang begitu menawan. Didesain dengan motif printing yang unik dan menggunakan warna warna pastel, koleksi ini  kental bernuansa boutique collection. (Wal)

 

                             

 

Fruit Tea Sensation 2018 Hadirkan CNCO di SMU Ananda Bekasi

Pada 18 September lalu Fruit Tea Sosro sebagai brand minuman teh rasa buah pertama di Indonesia yang diproduksi dan diperkenalkan sejak tahun 1997 dan merupakan salah satu produk dari PT. Sinar Sosro dengan beragam rasa dan kemasan, mengadakan ajang muda kreatif nan seru dengan tajuk Fruit Tea School Sensation.

Nah, tahun ini, SMA Ananda Bekasi di Jawa Barat kebagian lokasi untuk berekspresi sesuai minat dan pengembangan bakat di bidang seni bagi para pelajar SMP/SMA atau sederajat di seluruh Indonesia. Ajang ini sendiri diharapkan dapat menjadi sebuah wadah positif bagi para pelajar agar terhindar dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka seperti narkoba, tawuran, bullying dan lainnya. Selain itu ajang ini juga dapat memberikan pengalaman dan kepercayaan diri bagi generasi muda untuk berkolaborasi satu sama lain dan menjadi sarana mereka untuk berkreasi melalui pentas seni.

Ada pun pentas seni yang berlangsung di beberapa sekolah ini dikemas secara menarik mulai dari Sensasi Games, Sensasi Bazaar, hingga Sensasi Ekskul yang menampilkan berbagai jenis kesenian mulai dari seni tari, seni pencak silat, seni teater dan lainnya serta Sensasi Musik dengan menghadirkan line up artis yang cukup di gemari di kalangan generasi muda.

 Tercatat, ‘Fruit Tea School Sensation’ sendiri sudah berjalan sejak tahun 2016 dan melibatkan sekitar 250 Sekolah yang ada di seluruh Indonesia.

Norma Sari Dewi selaku General Manager Marketing PT. Sinar Sosro merasa senang dapat kembali melanjutkan komitmen dan kontribusi brand Fruit Tea Sosro untuk menggelar ajang kreatif yang melibatkan anak muda khususnya pelajar sekolah melalui ‘Fruit Tea School Sensation’ ini.

“Kami selalu bersemangat untuk menggelar ajang kreatif yang melibatkan anak muda, tak terkecuali ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ yang telah menjadi perhatian utama kami untuk merangkul generasi muda. Melalui ajang ini kami juga memberikan kesempatan kepada generasi muda khususnya pelajar sekolah untuk terlibat langsung dalam persiapan penyelenggaraan sebuah event seni yang tentunya membutuhkan soft skill mulai dari keseriusan, ketekunan, kerja keras, dedikasi tinggi, koordinasi dan komunikasi yang baik serta perencanaan yang matang agar dapat berjalan dengan lancar”, katanya di SMU Ananda Bekasi.

Ditambahkannya, “Ajang ini juga kami harapkan dapat menjadi sebuah ajang yang menarik untuk diikuti karena kami menawarkan beragam sensasi segar yang dibutuhkan oleh para pelajar yang setiap hari sudah penat dengan rutinitas belajar di sekolahnya dalam kemasan kegiatan yang fun yang dapat merangsang kreativitas mereka sebagai generasi muda harapan Bangsa sekaligus meningkatkan produktivitas belajar mengajar di sekolah. Ajang ini juga menjadi wadah kami untuk berinteraksi dengan sekolah-sekolah lainnya dalam kegiatan positif di bidang seni”.

Sensasi yang senantiasa ditampilkan pada ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ memang terbilang sungguh luar biasa. Selain menjadi ajang pentas seni di sekolah, ajang ini juga kerap menampilkan line up artis Ibukota yang sedang tren di kalangan anak muda sebagai bintang tamu.

Tentunya ini turut menjadi kebanggaan bagi pelajar di sekolah tersebut sekaligus meningkatkan derajat sekolah dan menjadi magnet bagi pelajar dari sekolah lainnya untuk berkunjung ke sekolah penyelenggara karena mereka ingin menyaksikan artis atau musisi Ibukota yang tampil sebagai bintang tamu.

Sepanjang penyelenggaraannya, ‘Fruit Tea School Sensation’ sudah sukses memasuki tahun ke-3 dan telah banyak berkolaborasi dengan line up artis atau musisi sensasional yang sangat hit di kalangan anak muda seperti Pee Wee Gaskin, Marion Jola, Gloria Jessica, Gheisa, Arsi Widianto, Sunset dan lainnya.

Selain artis atau musisi Ibukota, ajang ini juga menampilkan artis atau musisi Internasional untuk tampil di sekolah penyelenggara. Dan yang menjadi sensasi terbaik pada penyelenggaraan ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ di tahun 2018, pihak Fruit Tea Sosro bekerjasama dengan label Sony Music untuk menghadirkan grup band yang tengah naik daun asal Amerika, CNCO yang khusus berkunjung ke Indonesia untuk tampil di ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ yang bertempat di SMA Ananda Bekasi.

Nama boyband CNCO sendiri sudah sangat familiar di telinga pecinta musik dunia dan begitu juga di Indonesia dengan hits Reggaeton Lento’ yang video klipnya di youtube sudah ditonton sekitar 1,3 milyar penonton. CNCO merupakan boyband asal Amerika yang tampil dalam bahasa Spanyol dan telah menjadi fenomena musik latin terbaru di industri musik dunia. Boyband yang muncul di akhir tahun 2015 ini sebenarnya berasal dari kompetisi musik Univision, La Banda dimana diikuti oleh ribuan remaja di berbagai lokasi di Amerika Serikat. Terdiri dari 5 personil yaitu Christhopher, Erick, Joel, Richard dan Zabdiel yang telah berhasil memenangkan hadiah berupa kontrak rekaman oleh Sony Music US Latin.

Sementara itu dari pihak label, Sony Music Indonesia sendiri mengatakan bahwa kehadiran salah satu artis Internasionalnya, CNCO ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian kegiatan promosi yang dijalankan untuk memperkenalkan boyband asal Amerika Serikat ini kepada pecinta musik Indonesia. Imam Pratomo, International Marketing, Sony Music – Indonesia merasa bangga dapat menghadirkan boyband CNCO yang saat ini sangat di gandrungi oleh anak muda dengan musik latin yang kekinian.

“Kami berharap kehadiran CNCO di Indonesia khususnya di ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ ini dapat memberikan kesempatan bagi pecinta musik Indonesia khususnya para penggemar CNCO untuk melihat secara langsung atraksi panggung mereka. Dengan suara bagus, wajah menawan, postur tubuh ideal dan atraksi panggung yang sensasional, kami percaya kehadiran CNCO dapat menghibur fans mereka. Ini menjadi kesempatan langka, boyband sekelas CNCO dapat tampil di sekolah dan kami gembira dapat bekerjasama dengan brand Fruit Tea Sosro untuk mewujudkan keinginan para fans untuk mendatangkan CNCO ke Indonesia”.

Sementara itu, SMA Ananda Bekasi yang menjadi tuan rumah tentunya merasa terhormat dapat dikunjungi oleh boyband yang telah popular CNCO. Hal ini tentunya dapat terwujud berkat keseriusan brand  Fruit Tea Sosro untuk  menggelar  ajang ‘Fruit Tea School Sensation’  secara  berkelanjutan  tiap tahunnya.

Ronny Hermawan, Ketua Pancaran Tridharma Bekasi berujar bahwa, “Ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ yang menghadirkan boyband Internasional CNCO sudah pasti menjadi prestasi tertinggi sekolah kami dalam bidang seni. Untuk itu seluruh panitia yang terlibat juga telah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar ajang pentas seni ini memberikan kemasan hiburan yang sempurna dan menjadi kenangan terindah bagi seluruh pengunjung. Kami pun salut kepada brand Fruit Tea Sosro yang selalu serius untuk memberikan wadah bagi kami, para pelajar dan generasi muda untuk berkreasi dan berekspresi. Bagi kami, ajang ini telah terbukti sangat positif dalam merangkul para siswa untuk mandiri dan unjuk gigi. Sebagai generasi muda yang hebat, maka prestasi sudah menjadi tujuan pasti agar usaha kami kelak dapat terus dikenang dan berguna bagi orang lain. Dan melalui keterlibatan kecil kami di kepanitiaan ‘Fruit Tea School Sensation’ sudah pasti menjadi pengalaman tak terhingga nilainya. Kami mengucapkan terimakasih kepada pihak Fruit Tea Sosro yang memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada sekolah kami untuk menjadi salah satu sekolah penyelenggaraan ajang ‘Fruit Tea School Sensation”.

Sebagai informasi tambahan, ajang ‘Fruit Tea School Sensation’ untuk tahun 2018 telah dimulai sejak bulan Juli lalu dan akan berakhir di bulan November 2018 mendatang. Tahun ini merupakan tahun ketiga dengan target akan berjalan di 75 sekolah yang berada di seluruh Indonesia. Bagi sekolah yang ingin mengikuti ajang ini harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang diberikan, yaitu memiliki tempat yang dapat mencukupi untuk ajang ini, ada siswa yang mau menjalankan dan antusiasme dari siswa di masing-masing sekolah itu sendiri. Pendaftaran pun cukup mudah, hanya tinggal mengunjungi website Fruit Tea Sosro di www.fruitteasosro.com dan akun social media @fruitteasosroid. Ayo mendaftar! (Wal)

 

Mile 22, Saat Silat Indonesia Mendunia

Setelah penampilan yang memukau dalam beberapa tahun terakhir, Iko Uwais, aktor Indonesia kelahiran tahun 1983 akhirnya sukses menjamah Hollywood lebih dalam lagi lewat perannya sebagai sosok Li Noor dalam sebuah film arahan Peter Berg yang diluncurkan di bulan Agustus ini, Mile 22.

Kali ini Iko beradu akting dengan Mark Wahlberg dan Lauren Cohan. Aktor dan aktris kawakan Hollywood. Sebelumnya Peter Berg kita kenal sudah menyutradarai sederet film aksi yang memukau, sebut saja ada Deepwater Horizon dan drama tentang tragedi Boston Marathon, Patriots Day.

Kisah Mile 22 dimulai saat James Silva (Mark Wahlberg) yang juga pemimpin sebuah regu bernama Overwatch dan punya misi membasmi eks agen KGB dari Russia sekaligus mencari Cesium, sebuah bubuk berbahaya yang bisa membuat dunia porak poranda karena kekuatannya lebih dari bom atom.

Ketegangan mencari bubuk cesium dengan hadirnya sosok Li Noor yang “membelot” dari Indocarr City kian membuat cerita dalam film ini semakin tegang. Dalam film ini kita akan menyaksikan bagaimana Wark Wahlberg dan Iko Uwais beradu akting dan bak bik buk alias mempertontonkan martial art dengan citarasa Indonesia, alias pencak silat!

Jangan lewatkan adegan perkelahian seru antara Iko Uwais dan para villain yang mempertontonkan sang bintang laga ini shirtless alias cuma pakai boxer aja! Menariknya, beberapa adegan juga hadir dalam Bahasa Indonesia. Sesuatu yang membanggakan tentunya.

Secara keseluruhan, film yang pengerjaannya hampir satu tahun lamanya ini wajib masuk list tontonan Anda untuk bulan kemerdekaan ini. (Wal)

 

The Equalizer 2; Kembalinya Si Super Hero

Kehidupan Robert McCall (Denzel Washington) yang tidak lagi menjadi bagian dari unit pasukan khusus Amerika tidak serta merta membuatnya jadi aman. Meskipun kehidupannya termasuk nyaman, masih banyak hal yang membuat dirinya tidak nyaman dengan sekitarnya.

Profesinya sebagai supir taksi online di Amerika dan bertemu dengan orang-orang baru lengkap dengan semua masalahnya membuatnya pun ingin menjadi seorang sosok super hero alias pahlawan. Membela yang tertekan dan terzalimi.

Hingga akhirnya profesi sebagai supir taksi online membawanya berurusan kembali dengan rekan-rekan lamanya di pasukan khusus Amerika yang boleh dibilang kini telah membelot. Salah satunya ada Sam (Orson Bean) yang secara misterius mengajak McCall untuk bergabung dengannya sebagai pembunuh bayaran bagi sekelompok klien.

Situasi semakin misteri saat Susan (Melissa Leo), partner kerja lama McCall saat bertugas di Brussels tewas secara mendadak di kamar apartemennya kian memperkuat McCall untuk kembali terjun membela yang benar dan menyelidikinya.

Secara keseluruhan The Equalizer 2 menyajikan sebuah film aksi yang bukan saja menegangkan tapi juga seru dan intens. Banyak adegan diambil dari kamar apartemen McCall yang telah ditata sedemikian rupa layaknya sebuah bungker. Hal ini seperti mengingatkan kita akan paniknya Jodie Foster di Panic Room beberapa tahun silam.

 

 

 

 

 

Sara & Fei, Stadhuis Schandaal; Roman Picisan Berbalut Sejarah

Sutradara senior Adisurya Abdy bersama dengan Xela Pictures pada akhir Juli ini mempersembahkan film terbaru untuk moviegoers nasional. Judulnya: Sara & Fei, Stadhuis Schandaal. Ini merupakan film perdana dari production house Xela Pictures. Filmnya berlatar belakang kehidupan jaman kolonial yang terjadi ratusan tahun lalu namun dikemas dengan gaya kekinian.

Dalam sesi jumpa media sebelum pemutaran pada pekan ke-3 Juli lalu, Abdy mengungkapkan kalau dirinya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah situasi atau sebuah episode yang konon pernah terjadi di jaman kolonial, yakni tentang gedung yang penuh dengan skandal.

“Film ini menawarkan sesuatu yang berbeda dengan format kekinian, tetapi unsur-unsur historisnya tetap terpenuhi. Sehingga memberikan generasi baru untuk banyak mengetahui sejarah yang belum terungkap”, papar sutradara era tahun 1980-an yang pernah ngetop dengan film Roman Picisan, Macan Kampus, Asmara, hingga Ketika Cinta Telah Berlalu ini.

Menariknya, penggunaan kata berbahasa Belanda, Stadhuis Schandaal pun merupakan unsur kesengajaan.  Seperti yang dijelaskan oleh sang sutradara, “Gunanya agar penonton sejak awal sudah mengetahui bahwa film ini memiliki latar belakang jaman Belanda”, imbuh Abdi pendek.

Tak pelak memang kalau ini merupakan sebuah film drama yang meminjam situasi era kompeni dengan memakai kacamata anak muda masa kini atau yang biasa disapa dengan generasi millenials. Konsep artistik pun disesuaikan dengan jaman itu. Sampai-sampai sang sutradara, Adisurya Abdy membangun set berupa tangsi dan benteng Belanda di atas tanah seluas 1.500 m2 di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang digabung dengan teknologi visual effect canggih agar bisa membawa penonton kembali ke jaman ratusan tahun silam.

“Kami sudah mencoba mencari bangunan-bangunan sisa peninggalan Belanda yang ada di Indonesia, tetapi tidak sesuai dengan kriteria dan mekanisme kerja yang akan kami lakukan. Untuk itu maka kami putuskan lebih baik membangun set sendiri agar kerja tim menjadi lebih bebas”, terang sang sutradara.

Hal menarik lainnya dari karya film terbaru Adisurya Abdy ini adalah tampilnya sejumlah aktor maupun aktris berpotensi yang kebetulan baru terjun di dunia film, seperti Amanda Rigby, Tara Adia, Haniv Hawakin, Volland Volt dan Mikey Lie.

Film ini juga menghadirkan pemain pendukung yang sudah malang melintang di industri film Tanah Air yaitu Anwar Fuady, George Mustafa Taka, Rowiena Umboh, Rensy Millano, Tio Duarte, Septian Dwi Cahyo, Iwan Burnani, Julian Kunto, Aby Zabit El Zufri serta beberapa pemain pendukung lainnya seperti Lady Salsabyla, Ricky Cuaca, Stephanie Ady, Iqbal Alif, Andhika Ariesta dan Yurike Cindy.

Penata musik film ini, dikerjakan oleh Areng Widodo, pemusik senior yang pernah beberapa kali bekerjasama dengan Adisurya Abdy dengan menyajikan kembali lagu ciptaannya berjudul ‘Syair Kehidupan’yang cukup populer dan diaransemen ulang serta dinyanyikan oleh Hilda Ridwan Mas.

Secara umum, sinopsis ‘Sara & Fei, Stadhuis Schandaal’ ini berkisah tentang mahasiswi bernama Fei. Saat melakukan riset di kota tua Batavia, untuk menyelesaikan tugas kuliahnya. Fei didatangi oleh gadis blasteran Belanda – Jepang bernama Sara. Suatu hari, setelah pulang dari Shanghai, Fei kembali mendatangi gedung Museum Jakarta, yang terkenal dengan nama Museum Fatahilah itu. Dulunya, gedung ini adalah balai kota bernama Stadhuis. Tiba-tiba Sara kembali muncul dan tanpa disadari membawa Fei masuk ke lorong waktu menuju abad 17, masa di mana Gubernur Jenderal Jan Pieterzoon memerintah Batavia. Dari sini cerita semakin menarik. penuh misteri dan pesan moril.

Last but not least, demi meraih minat penonton di pasar Tiongkok, film ini pun mengambil lokasi syuting di dua negara yaitu Jakarta, Pangkalan Bun Kalimantan (Indonesia) serta Shanghai dan Ningbo (Tiongkok). Bagaimana ketegangan yang dihadirkan? Mungkin kita perlu langsung merasakannya di bioskop terdekat mulai 26 Juli ini! (Wal)